AI · 6 min read

OpenAI Tutup Aplikasi Video AI Sora

Kamis, 26 Maret 2026
Sam Altman OpenAI
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Pengembang ChatGPT, OpenAI, resmi menghentikan operasional aplikasi pembuat video berbasis akal imitasi (AI) bernama Sora, kurang dari dua tahun sejak pertama kali diperkenalkan. Aplikasi ini sebelumnya sempat menarik perhatian global berkat kemampuannya menghasilkan video realistis hanya dari perintah sederhana.

“Kami resmi menghentikan aplikasi Sora. Kepada semua pengguna yang telah berkarya, membagikan hasilnya, dan membangun komunitas di sekitarnya, kami mengucapkan terima kasih. Apa yang telah Anda ciptakan bersama Sora sangat berarti, dan kami memahami bahwa kabar ini bisa mengecewakan,” tulis tim Sora dalam postingan di X pada Rabu (25/3/2026).

Tak hanya itu, OpenAI juga dikabarkan mengakhiri kerja sama konten senilai US$1 miliar atau setara Rp16,8 triliun dengan raksasa hiburan Disney. Keputusan ini menandai perubahan besar dalam arah strategi perusahaan di tengah persaingan industri AI yang semakin ketat.

Baca juga: Mantan Bos Twitter Jack Dorsey PHK 4.000 Karyawan Block karena AI

Fokus Beralih ke Teknologi AI yang Lebih Praktis

Dikutip dari laporan BBC pada Rabu (25/3/2026), OpenAI mengungkapkan bahwa penghentian Sora dilakukan untuk memprioritaskan pengembangan teknologi lain, termasuk robotika. Fokus baru ini diarahkan pada penciptaan solusi yang mampu membantu manusia menyelesaikan tugas fisik di dunia nyata.

“Kami ingin mengembangkan teknologi yang benar-benar memberikan dampak nyata, termasuk sistem AI yang mampu bekerja secara mandiri dengan pengawasan minimal,” ujar perwakilan OpenAI.

Dengan langkah ini, OpenAI juga menghentikan seluruh layanan terkait Sora, baik aplikasi untuk konsumen maupun platform berbasis web yang digunakan oleh profesional untuk menghasilkan video.

Baca juga: Pengembang Agen AI OpenClaw yang Viral Larang Diskusi Bitcoin dan Kripto

Disney Hormati Keputusan OpenAI

Pihak Disney menyatakan menghormati keputusan OpenAI untuk keluar dari bisnis video berbasis AI. Ke depan, Disney akan tetap mengeksplorasi penggunaan teknologi AI melalui platform lain dengan tetap menjaga kepatuhan terhadap hak kekayaan intelektual.

Sebelumnya, kerja sama antara OpenAI dan Disney sempat menjadi sorotan besar di industri teknologi dan hiburan. Melalui kesepakatan tersebut, pengguna Sora dapat membuat video menggunakan karakter populer Disney seperti Mickey Mouse hingga Yoda dari Star Wars.

Kesepakatan ini bahkan dianggap sebagai titik balik hubungan antara Hollywood dan perusahaan AI, di tengah meningkatnya kekhawatiran soal pelanggaran hak cipta.

Baca juga: Tiga Platform DeFi Solana Tutup Bisnis Usai Terdampak Peretasan Bernilai Rp454 Miliar

Kinerja Sora dan Tantangan Monetisasi

Meski sempat viral saat peluncuran pada 2024, performa bisnis Sora ternyata jauh dari harapan. Data dari Sensor Tower menunjukkan bahwa Sora hanya menghasilkan sekitar US$1,4 juta dari pendapatan bersih global melalui pembelian dalam aplikasi.

Sebagai perbandingan, ChatGPT milik OpenAI mencatat pendapatan hingga US$1,9 miliar dalam periode yang sama.

Keputusan untuk menghentikan Sora juga dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi risiko, terutama di tengah rencana OpenAI menuju perusahaan publik.

Menurut pakar AI dan deepfake, Henry Ajder, OpenAI saat ini masih belum menghasilkan keuntungan dan menghadapi tekanan dari investor serta kompetitor.

“Dengan minat pasar yang mulai menurun, kemungkinan besar OpenAI memutuskan untuk tidak lagi membakar dana pada proyek yang tidak memberikan hasil signifikan,” ujarnya.

Selain itu, kekhawatiran terkait pelanggaran hak cipta dan dampaknya terhadap industri kreatif juga menjadi faktor penting di balik keputusan ini.

Sora juga harus menghadapi persaingan yang semakin intens di pasar video AI. Salah satu pesaingnya adalah platform asal Tiongkok, Seedance, yang sempat viral setelah menghasilkan video realistis dengan karakter Hollywood.

Fenomena ini menegaskan bahwa teknologi AI generatif, khususnya dalam pembuatan video, masih berada dalam fase perkembangan yang kompleks dan penuh tantangan.

Baca juga: AI Agent Buatan Developer OpenAI Tak Sengaja Transfer Memecoin Senilai Rp4 M ke Pengguna X

Arah Baru OpenAI

Ke depan, OpenAI berencana mengembangkan teknologi AI yang lebih canggih, termasuk sistem agentic AI yang mampu menjalankan tugas secara mandiri.

Selain itu, teknologi yang sebelumnya digunakan untuk melatih Sora dalam menghasilkan video realistis juga akan dimanfaatkan untuk mengembangkan robot yang lebih adaptif dan cerdas.

Meski Sora dihentikan, OpenAI memastikan bahwa fitur pembuatan gambar di ChatGPT tetap berjalan normal dan tidak terdampak oleh keputusan ini.

Baca juga: OpenAI dan Paradigm Uji Keamanan Smart Contract Ethereum Lewat EVMbench

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

Topik

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.