Konflik Cina VS Taiwan Memanas! Bagaimana Nasib Bitcoin?

Nabiila Putri Caesari

8th August, 2022

Kabar tidak menyenangkan datang dari konflik antara Taiwan dan China, konflik kedua negara tersebut dianggap akan sedikit banyak mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin. Bagaimana dampaknya? Simak ulasannya berikut ini.


Situasi konflik kedua negara itu semakin memanas setelah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan pada 2 Agustus 2022.

Pesawat Pelosi diketahui berhasil mendarat di Bandara Songshan Taipei diikuti dengan kapal angkatan laut yang terus bergerak mengawasi di kawasan tersebut. Pelosi menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap Taiwan.

Kunjungan kami ke Taiwan adalah bentuk penghormatan dan dukungan AS terhadap demokrasi. Solidaritas AS terhadap 23 juta rakyat Taiwan adalah sangat penting untuk saat ini, karena dunia sedang dihadapkan kepada pilihan demokrasi atau otokrasi,” kata Pelosi saat diwawancarai oleh Reuters.

Aksi Pelosi ini terpantau membuat harga Bitcoin terpengaruh, sebelum Pelosi mendarat, harga Bitcoin turun menjadi $22.600 pada siang hari. Kemudian berhasil naik kembali di atas $23.000 setelah pendaratan sukses.

Efek Konflik Taiwan vs China pada Crypto

Meskipun Bitcoin dan altcoin sering digambarkan sebagai emas digital, tetapi setiap terjadi ketegangan regional dan ancaman perang telah berdampak negatif pada harga BTC.

Sementara itu, harga emas tetap meningkat. Hal ini bisa dilihat dari peristiwa Rusia vs Ukraina, di mana harga Bitcoin anjlok sedangkan harga emas mendapatkan momentum kenaikan.

Baca juga: Presiden Rusia Nyatakan Perang Terhadap Ukraina, Bitcoin Ambles Hingga $35 Ribu

Mempertimbangkan data historis tersebut, diprediksi bahwa pasar BTC dan altcoin akan mengalami penurunan jika terjadi perang antara Cina dan Taiwan. 

Memang ketegangan geopolitik sulit diprediksi dan sering memicu reaksi yang berisiko dalam aset kripto. Sementara harga pasar turun, kerugian berlangsung secara moderat, dan akan memperlambat pengetatan oleh bank sentral jika ketegangan geopolitik meningkat.

Para ahli mengatakan, jika ketegangan antara Taiwan dan Cina meningkat, harga emas, aset aman tradisional tetap stabil dan meningkat. Sementara, jika persepsi risiko meningkat, penurunan dari pasar uang kripto dapat terjadi.

Eskalasi ketegangan antara Cina dan Taiwan tidak dibatasi di wilayah Taiwan. Tetapi negara-negara lain akan ditarik ke dalam konflik, termasuk Amerika Serikat, Jepang dan Uni Eropa. Hal ini mengganggu prospek ekonomi makro yang juga tengah mengalami krisis.

Baca juga: 3 Faktor Makroekonomi Ini Sebabkan Harga Crypto Koreksi

Nabiila Putri Caesari

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.