Mining di Kazakhstan Aktif Lagi, Hashrate Bitcoin Stagnan

Rossetti Syarief

12th January, 2022

Menurut Alan Dordjiev selaku kepala Asosiasi Nasional Kazakh dari Blockchain dan Industri Pusat Data, sejumlah perusahaan besar pertambangan Bitcoin di Kazakhstan telah memulihkan sekitar 80% hingga 90% produksi, setelah negara alami kerusuhan minggu lalu.

Namun sayang, hashrate keseluruhan Bitcoin yang sebelumnya turun lebih dari 10% karena Internet Kazakhstan padam pada 5 Januari lalu, lambat lakukan pemulihan. Hanya tersisa kurang lebih 17% dari level tertingginya, sekitar 205.000 petahash per detik (PH/s).

Dordjiev mengatakan pada sesi wawancaranya bahwa para penambang bekerja untuk memulihkan produksi ke kapasitas penuh dalam waktu sesingkat mungkin.

“Kami sedang memperkirakan situasi akan benar-benar stabil dalam seminggu,” ungkapnya penuh harapan.

Baca juga: Kazakhstan Tutup Internet di Tengah Protes, Pengaruhi Harga Bitcoin

Korelasi Hashrate dengan Harga Bitcoin 

Kazakhstan menyumbang sekitar 18% dari total aktivitas pemrosesan Bitcoin, terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. 

Negara lintas benua Asia dan sebagian kecil Eropa tersebut sebelumnya tengah dilanda kerusuhan selama kurang lebih seminggu karena melonjaknya harga bahan bakar.

Oleh karena itu, penyedia jaringan yang dikelola negara menutup Internet selama kerusuhan, hashrate yang dimaknai sebagai ukuran kekuatan komputasi global yang ditujukan untuk mengekstraksi Bitcoin pun jatuh dengan drastis.

Meskipun layanan internet negara setempat telah dipulihkan di sebagian besar wilayah, namun akumulasi hashrate masih tertinggal.

Sementara itu, peningkatan hashrate sendiri adalah indikator yang menunjukkan penambang optimis dalam menghasilkan keuntungan, yang berpotensi menyebabkan harga BTC lebih tinggi

Hubungannya tidak persis linier, karena sulit untuk mengukur perubahan harga di masa depan berdasarkan hashrate saja.

Namun hal baiknya adalah ketika penambang melakukan lebih banyak daya komputasi untuk memproses transaksi Bitcoin, itu membantu mengamankan jaringan dari serangan sekitar 51% penambang ilegal membajak sistem dan menghabiskan dua kali lipat koin.

“Dalam perspektif strategis, Kazakhstan akan tetap menjadi salah satu area paling menarik untuk pengembangan penambangan cryptocurrency. Ditambah lagi saat ini ada dialog konstruktif tentang regulasi industri di tingkat legislatif dengan lembaga negara yang bertanggung jawab. Pembatasan yang diberlakukan sebelumnya pada pasokan listrik untuk penambang legal kini telah dilonggarkan secara signifikan.” Ungkap kepala Asosiasi Nasional Kazakh.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.