Memahami CeDeFi untuk Adopsi DeFI Lebih Luas

Anisa Giovanny

20th January, 2022

Menurut laporan Dappradar 2020, “volume transaksi dapp melampaui $270 miliar, dengan 95% didominasi ekosistem DeFi Ethereum. 

DeFi telah mengantarkan revolusi keuangan transparan dan menyediakan beragam layanan keuangan seperti lending, staking, farming, dan lain sebagainya.

Dengan nilai lebih dari $250 miliar yang saat ini terkunci di ekosistem DeFi menunjukan jika industri ini memiliki potensi menjanjikan. 

Sayangnya masih banyak pihak yang sanksi dengan perkembangan DeFi, sebab semua sifat yang ada di teknologi ini bertentangan dengan aturan dari platform terpusat. Hal ini dianggap bisa menjadi hambatan untuk adopsi DeFi di masa depan.

Mengatasi hal ini, hadirlah CeDeFi yang menggabungkan sistem terpusat dan terdesentralisasi. 

Istilah ini awalnya diciptakan CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao, ketika Binance meluncurkan Binance Smart Chain pada September 2020. 

BSC sendiri bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara keuangan terpusat dan terdesentralisasi,dengan kombinasi ini pengguna dapat terpapar dengan ekosistem DeFi dengan cara yang mudah.

Tantangan CeDeFi

Walau begitu, CeDeFi masih memiliki rintangan yang perlu diatasi. Menurut project lead Evrynet, Korapat Arunanondchai ada dua hambatan utama untuk adopsi terpusat DeFi: langkah-langkah keamanan dan likuiditas skala CeFi.

Pertama, kurangnya langkah-langkah keamanan di seluruh industri membuat miliaran dolar berada di jaringan pasar keuangan terpusat, menunggu untuk dihubungkan ke ekosistem DeFi yang lebih besar. 

Menurut sebuah laporan dari perusahaan yang berbasis di London, Eliptic, kerugian keseluruhan yang disebabkan oleh eksploitasi DeFi telah melampaui $ 12 miliar pada tahun 2021 saja.

Kerugian tersebut disebabkan oleh peretasan yang sering terjadi, karena kondisi ini maka pemerintah memiliki celah untuk mendiskreditkan industri ini yang dianggap tidak lebih dari kasino Wild West. Karena itu meningkatkan keamanan menjadi keharusan yang perlu ditingkatkan CeDeFi di masa depan.

Kedua, ada masalah likuiditas yang harus diatasi. DeFi tidak memiliki DEX yang siap untuk institusional, karena DEX saat ini tidak memiliki kedalaman likuiditas yang dibutuhkan untuk benar-benar mendukung pemain CeFi utama.

Uniswap, pertukaran crypto terdesentralisasi terbesar, saat ini memfasilitasi sekitar $1,7 miliar dalam volume harian di seluruh platform V2 dan V3-nya. 

Sebagai perbandingan, NASDAQ melihat di mana saja antara $300-400 miliar dalam volume harian, sementara pertukaran cryptocurrency terpusat seperti Binance melihat sekitar $21 miliar dalam volume harian.

DEX mengotomatiskan proses penyelesaian dan pembuatan pasar melalui kontrak pintar, sangat kontras dengan rekan-rekan mereka yang terpusat yang cenderung beroperasi dalam koridor tertentu. 

Sementara pertukaran kripto terpusat seperti Coinbase menawarkan layanan kustodian yang sesuai yang ditargetkan pada institusi, industri ini masih kekurangan pertukaran terdesentralisasi yang dapat berfungsi sebagai jembatan yang aman dan terpercaya antara CeFi dan DeFi.

“ DEX yang stabil, aman, dan patuh yang dapat mendukung tuntutan kebutuhan institusional yang lebih luas akan menjadi pengubah permainan untuk kripto,” tulis Arunanondchai dalam artikelnya yang dipublikasikan Nasdaq.

Keuntungan CeFi Masuk ke DeFi

Salah satu manfaat utama yang dimiliki institusi adalah koneksi yang melekat pada pemerintah dan badan pengatur, yang dapat membantu mempercepat proses adopsi global DeFi secara keseluruhan.

Antoni Tenchev, salah satu pendiri Nexo, menulis opini yang menggugah pemikiran tentang bagaimana CeFi dapat berfungsi sebagai jembatan antara DeFi dan regulasi.

Menurutnya jika merangkul elemen-elemen tertentu dari bisnis CeFi yang sudah lama berdiri, ini dapat membantu memecahkan masalah peraturan yang masih ada yang membuat institusi yang lebih besar berada di sela-sela.

Sementara DeFi menghadirkan tantangan peraturan baru, ada cara untuk meringankan beban ini pada awalnya.

Perusahaan keuangan terpusat (CeFi) dapat menjadi solusi sementara, yang berfungsi sebagai jembatan antara sektor keuangan tradisional dan kerangka peraturan yang merangkumnya di satu sisi dan ruang keuangan terdesentralisasi di sisi lain.

Perusahaan-perusahaan ini sangat memahami sektor ini baik dari sudut pandang infrastruktur maupun kebutuhan penggunanya.

“ Regulasi yang jelas akan menjadi keuntungan bagi industri secara keseluruhan, dan masuk akal jika beberapa proyek DeFi pada dasarnya mendukung infrastruktur CeFi yang ada (termasuk prosedur KYC/AML yang ada), “ tulis Arunanondchai.

Manfaat signifikan lainnya untuk berintegrasi dengan CeFi adalah, sederhananya, ini akan membantu DeFi menskalakan infrastrukturnya. 

Sementara DeFi saat ini memiliki sekitar $250 miliar total nilai terkunci (TVL), CeFi jauh lebih terbiasa menangani triliunan kapitalisasi pasar ekuitas global diperkirakan lebih dari $100 triliun, jumlah yang mengejutkan lebih besar dari DeFi.

James Taylor dari Coindesk menyebutkan jika DeFi merupakan teknologi revolusioner dalam hal teknologi, tetapi CeFi lebih berpengalaman dalam menanggapi tekanan pasar dan pemerintah.

“ Saya sangat yakin bahwa ruang CeDeFi akan terus berkembang dan menjadi hubungan simbiosis yang saling menguntungkan. Tempat di mana para pemain CeFi dapat memanfaatkan terobosan teknologi yang tak terhitung jumlahnya yang ditawarkan oleh ekosistem transparan dapps DeFi, dan tempat DeFi dapat mengumpulkan wawasan yang tak ternilai dari rekan-rekan CeFi yang lebih matang dan diperketat peraturan, “ tulis Arunanondchai.

Artikel ini diambil dari artikel yang ditulis Korapat Arunanondchai yang  mendirikan sebuah startup perjalanan e-commerce sebelum melanjutkan studi MBA-nya di Universitas Georgetown. Dia memiliki pengalaman bekerja di perusahaan Modal Ventura di Thailand dengan Inspire Ventures dan K2 Venture Capital dan di SF dengan Creative Ventures.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency