Media Berpengaruh Dunia Sebut CBDC Penyebab Suku Bunga Negatif

Rossetti Syarief

10th September, 2021

Wall Street Journal, surat kabar harian asal New York yang berpengaruh, mengatakan jika mata uang digital bank sentral (CBDC) sebenarnya dapat berdampak negatif terhadap suku bunga dengan memberi pembuat kebijakan alat tambahan.

Dalam artikelnya yang dimuat 8 September kemarin, dengan judul “Mata Uang Digital Membuka Jalan untuk Suku Bunga Sangat Negatif”, kolumnis senior, James Mackintosh, berpendapat bahwa perbedaan antara CBDC dan uang tunai akan disorot jika suku bunga turun di bawah nol. 

“Masyarakat akan lebih condong pada uang tunai fisik untuk mendapatkan suku bunga di bawah nol, ketimbang kehilangan uang pada dolar digital yang dikeluarkan oleh bank sentral. Ini berarti, akan lebih banyak pengaruh dengan suku bunga jika mengeluarkan dolar digital yang tidak dapat disimpan di bawah kasur.” Ujar Mackintosh yang dilansir Cointelegraph.

Suku bunga negatif digunakan sebagai upaya terakhir oleh bank sentral selama resesi untuk merangsang ekonomi dengan mendorong pinjaman dan pengeluaran, dengan bunga dibayarkan kepada peminjam daripada pemberi pinjaman.

Negara Dengan Suku Bunga Negatif

Suku bunga Amerika Serikat saat ini adalah yang terendah yang pernah ada. Hanya berkisa 0,25% menurut Federal Reserve Economic Research.

The Fed memangkas suku bunga mereka menjadi 0% pada Maret 2020, ketika terjadi krisis pasar yang disebabkan oleh pandemi.

Suku bunga negatif juga dapat digunakan sebagai alat untuk memerangi deflasi dengan melemahkan mata uang nasional.

Dalam skenario ini, ekspor untuk negara tersebut akan menjadi lebih murah dan peningkatan biaya impor akan mendorong inflasi.

Mackintosh menyimpulkan bahwa uang elektronik dapat memberi bank sentral lebih banyak kebebasan dengan suku bunga.

Beberapa bank sentral sudah berada di wilayah bunga negatif. Sebut saja, Bank Sentral Eropa memiliki tingkat -0,5% sejak tahun tahun 2014. 

Bank of Japan memiliki tingkat -0,1% sejak tahun 2016. Lalu Bank Swiss National Bank di angka -0,75%, dan Denmark memiliki tingkat bunga -0,5%.

CBDC Membentuk Uang Yang Dapat Diprogram

Wolfram Seidemann, CEO Teknologi Mata Uang G+D, mencatat bahwa bulan Juli kemarin CBDC telah membentuk uang yang dapat diprogram.

Fenomena uang yang dapat diprogram ini sengaja dirancang dengan mengikuti  aturan bawaan yang membatasi pengguna.

Aturan ini dapat berarti bahwa uang akan kadaluarsa setelah tanggal tertentu atau penggunaannya dibatasi untuk sekumpulan barang tertentu.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik