Mayoritas Warga El Salvador Skeptis dengan Hukum Bitcoin

Anisa Giovanny

4th September, 2021

El Salvador sempat buat geger banyak negara karena menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, bahkan keputusannya juga sempat membuat IMF angkat bicara. Meski menjadi perhatian Presiden El Salvador Nayib Bukulele tetap maju terus pantang mundur untuk merealisasikan rencana ini.

Salah satu bentuk realisasi adalah membuat hukum dan aturan yang jelas soal Bitcoin di negaranya. Namun pada kenyataannya masih ada protes yang datang, utamanya dari warga negara El Salvador sendiri.

Dilansir dari Cointelegraph mayoritas orang El Salvador skeptis terhadap Undang-Undang Bitcoin yang akan datang di negara itu, dengan 90% penduduk setempat menggambarkan bawah pemahaman mereka tentang crypto masih buruk bahkan cenderung tidak mengerti sama sekali.

Dengan kurang dari seminggu sebelum Hukum Bitcoin El Salvador mulai berlaku pada 7 September, mayoritas warga yang disurvei menentang adopsi cryptocurrency yang diamanatkan pemerintah.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Institute of Public Opinion dari Central American University’s (UCA) telah menemukan bahwa 70% orang Salvador percaya bahwa Undang-Undang Bitcoin Presiden Nayib Bukele, yang mengakui cryptocurrency sebagai alat pembayaran yang sah, harus dicabut.

Namun lebih dari 90% dari mereka yang disurvei juga mengakui bahwa mereka memiliki pemahaman yang buruk tentang cryptocurrency. Lembaga tersebut mencatat peringkat persetujuan publik yang mengerikan hanya 7,64% untuk presiden  terendah yang terdaftar selama masa jabatan Bukele sejauh ini.

Ekonomi Negara Masih Mengkhawatirkan

Sikap terhadap Hukum Bitcoin tampaknya terkait dengan kekhawatiran atas kinerja ekonomi negara yang buruk.

Jajak pendapat menemukan bahwa 45% warga negara tersebut percaya bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah dua masalah paling mendesak yang dihadapi bangsa, dan 43% percaya bahwa ekonomi bangsa akan memburuk dengan disahkannya UU Bitcoin.

Menurut Bank Dunia, 22,8% populasi El Salvador saat ini hidup di bawah garis kemiskinan, sementara pendapatan tahunan rata-rata di negara itu hanya $3.800.

Lebih dari dua pertiga orang Salvador tidak percaya bahwa ekonomi lokal akan membaik bahkan dengan kenaikan upah minimum.

Jajak pendapat juga menemukan bahwa 20% orang Salvador “secara terbuka menyatakan bahwa mereka tidak tahu apa itu Bitcoin,” sementara 70% lainnya mengaku memiliki pemahaman yang buruk tentang cryptocurrency.

Dengan kata lain, sembilan dari 10 orang El Salvador tidak memiliki pengetahuan yang jelas tentang aset keuangan ini.

Temuan ini semakin menguatkan jajak pendapat serupa yang diambil pada bulan Juli, yang menemukan bahwa hanya 20% penduduk setempat yang menyetujui Undang-Undang Bitcoin Bukele yang akan datang.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency