Mau Kerja di Bidang Blockchain? Bisa Coba di Hong Kong!

Felita Setiawan

5th May, 2021

Hong Kong saat ini sedang berusaha untuk menarik ahli-ahli di seluruh dunia, dengan spesialisasi dalam teknologi inovatif termasuk blockchain, melalui kebijakan imigrasi khusus.

Pemerintah Hong Kong merilis daftar ahli sebanyak hampir 11 profesi yang berhak mendapat bonus karena menguasai area yang terdaftar dalam QMAS (Skema Penerimaan Migran Berkualitas).

Salah satu area yang didedikasikan yaitu “ahli inovasi dan teknologi, tetapi tidak terbatas pada … kecerdasan buatan, robotik, teknologi buku besar (ledger) terdistribusi, teknologi biometrik, dan teknik kimia/industri, dan sebagainya.”

Dirilis pada 2006, QMAS mengizinkan pelamar yang berhasil untuk masuk dan menetap di wilayah administratif khusus Tiongkok tanpa harus terlebih dahulu mendapatkan tawaran pekerjaan dari perusahaan lokal.

“Skema QMAS adalah skema pendatang berbasis kuota. Skema ini berusaha untuk menarik orang-orang yang sangat terampil atau berbakat untuk menetap di Hong Kong dan meningkatkan daya saing ekonomi Hong Kong,” seperti tertulis dalam deskripsi program.

Artikel terkaitTransaksi Blockchain di Hong Kong dengan 7 Bank

Proses seleksi skema membutuhkan pelamar untuk memenuhi beberapa prasyarat sebelum diberikan poin salah satu dari dua tes berbasis poin: Tes Poin Umum dan Tes Poin Berbasis Prestasi. Poin lebih lanjut digunakan untuk bersaing dengan pelamar lain setiap tahun.

“Untuk pelamar yang memenuhi spesifikasi profesi masing-masing dari Daftar Bakat, tanda bonus akan diberikan dari Uji Poin Umum QMAS,” kata pemerintah dalam pengumuman tersebut.

Untuk terpilih dalam area inovatif dan teknologi, para ahli blockchain harus memiliki gelar sarjara atau lebih tinggi dengan pengalaman dalam perusahaan terkemuka serta mengetahui cara menerapkan blockchain dalam layanan keuangan.

Upaya itu datang pada saat pemerintah Hong Kong mengadopsi blockchain untuk meningkatkan daya saing kota dalam teknologi keuangan.

Seperti yang dilaporkan oleh CoinDesk, Otoritas Moneter Hong Kong akan meluncurkan jaringan ledger (buku besar) terdistribusi di antara beberapa bank di wilayah tersebut untuk memfasilitasi transaksi dalam pembiayaan perdagangan.

Sumber: CoinDesk

Felita Setiawan

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.