Maraknya Pencurian Alamat IP, Sinyal Positif Bagi Blockchain?

By febrian surya     Tuesday, May 21 2019

Belum lama ini warga Amerika Serikat dihebohkan khususnya bagi mereka para pengguna Internet dimana dikabarkan terjadi pencurian alamat IP sebanyak 750 ribu jika diuangkan kerugian dari aksi pencurian ini berkisar lebih dari $9 juta dolar.

Aksi pencurian ini dilakukan oleh seorang pria asal Charleston, Carolina Selatan, Amerika Serikat. Yang mana, ia beraksi dengan membuat situs-situs palsu untuk mendapatkan akses alamat IP para korbannya, kebanyakan pelaku membajak alamat IP melalui banyak perusahaan tempurung (sebutan bagi para perusahaan aktif namu seperti tidak terlihat memiliki kegiatan usaha dan aset).

Diketahui dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat, pelaku bernama “Mr. Golestan” dan didakwa dengan 20 tuduhan penipuan dengan melibatkan surat menyurat secara elektronik di pengadilan AS minggu ini.

Alamat-alamt IP itu diserahkan kepada Golestan oleh American Registry of Internet Numbers ( ARIN). Dalam kasus ini seringkali, Golestan meminta alamat-alamat IP tersebut terkait dengan bisnis membuat itu terlihat sah dengan cara memalsukannya. Dia kemudian menjual kembali alamat IP tersebut untuk mendapatkan uang tunai.

Tentu saja kita dibuat terheran-heran dengan aksi curang yang dilakukan Golestan dengan mencuri dan mendapatkan alamat IP dari ARIN, yang sesungguhnya memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengamankan dan memproteksi alamat-alamat IP tersebut, malah dalam kasus ini terlihat begitu mudah diklabuhi oleh Golestan.

Namun aksi pencurian yang dilakukan oleh Golestan sebentar lagi akan disidangkan pada minggu ini, dan alamat-alamat IP yang ia curi saat ini sudah dikembalikan kepada pihak ARIN.

Blockchain Solusi dari Pencurian Alamat IP?

Berdasarkan kasus yang terjadi pada Golestan, kita bisa menyimpulkan bahwa sistem keamanan yang digunakan oleh ARIN saat ini masih memiliki kelemahan sehingga butuh adanya perbaikan sistem keamanan.

Inilah yang perlu dilakukan oleh ARIN, salah satunya dengan menggunakan Blockchain, dimana saat ini ARIN hanya berpusat pada server (ter-sentralisasi) sehingga memudahkan bagi pelaku untuk melakukan peretasan dan pencurian.

Berbeda halnya  dengan teknologi Blockchain yang menawarkan solusi sistem teknologi yang menganut “desentralisasi” yaitu tidak terpusat pada server saja melainkan banyak server  serta teknologi buku besar yang terdistribusi membantu transparansi dalam mengetahui siapa yang memiliki alamat IP.

Tindakan lebih lanjut harus segera dilakukan oleh ARIN terkait kasus pencurian 750 ribu alamat IP, dan teknologi yang siap saat ini untuk mengatasi masalaj tersebut adalah Blockchain.

Suka atau tidak suka bahwa perkembangan teknologi kian pesat saja dari waktu ke waktu, sehingga perbaikan dalam segi sistem berbasis teknologi perlu dilakukan apalagi hal ini menyangkut masalah keamanan.

Apakah Anda setuju bahwa Blockchain merupakan solusinya?

Sumber