Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Lithuania Menjadi yang Terdepan dalam Adopsi Security Token

Dhila Rizqia     Sunday, November 11 2018

Lithuania menjadi salah satu Negara Eropa yang menjadi tuan rumah acara security token offering (STO) ketika DESICO akan memanfaatkan metode pengumpulan modal ini pada akhir tahun 2018. Kegiatan ini merupakan bagian dari ambisi Lithuania untuk meraih dan mempertahankan posisi terdepan dalam industry security token.

Negara ini memahami betul potensi yang dimiliki teknologi blockchain sejak awal. Pertengahan Juni tahun ini, Departmen Keuangan Lithuania merilis sebuah dokumen yang berisi panduan ICO. Namun, seiring dengan menurunnya pasar ICO, yang disebabkan oleh meningkatnya project-project ICO tipuan, Lithuania membuka dirinya terhadap ranah security token, yang telah mendapatkan harapan besar dari para ahli keuangan meski masih dalam tahap awal.

Lithuania menjadi salah satu fintech hub terpenting di dunia berkat prakarsanya yang blockchain-friendly. Lithuania seringkali dibandingkan dengan Malta, yang telah memosisikan dirinya sebagai blockchain hub setelah membuka pintu bagi banyak cryptocurrency dan perusahaan-perusahaan ICO.

Baca Juga: Apa Itu Security Token?

Bulan lalu, Perdana Menteri Malta, Joseph Muscat mengatakan dalam pidatonya di Sidang Umum PBB yang ke 73 bahwa cryptocurrency merupakan “masa depan keuangan yang tidak dapat dihindari”. Ia menambahkan bahwa DLT, istilah yang memayungi blockchain, dapat secara signifikan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang adil dan transparan.

Seiring dengan berkembangnya STO, Lithuania dan Malta tidak ingin menjauhkan diri dari manfaat potensial untuk berada di pusat pasar yang tengah berkembang ini.

Pada bulan September lalu, Cointelegraph melaporkan bahwa anak perusahaan fintech dari Bursa Efek Malta yaitu MSX telah melakukan kerjasama dengan Binance untuk membuat sebuah exchange digital untuk security token.

Di Lithuania, DESICO tengah membangun sebuah platform yang menyediakan beragam layanan berkaitan dengan security token, mulai dari peluncuran security token hingga trading. Platform ini didukung oleh Departmen keuangan, kementerian Ekonomi dan agensinya “Perusahaan Lithuania”. Selain itu, Lithuania merupakan salah satu dari sedikit negara di Eropa dan juga dunia yang telah memiliki kerangka hukum mengenai investasi ritel dalam STO.

Kendrick Nguyen, CEO dari platform investasi di Amerika, Republic, mengatakan kepada Forbes:

“Kerangka kerja Crypto dan Crowdfunding di Lithuania merupakan satu langkah maju bagi ekosistem crypto global. Adopsi oleh lebih banyak yurisdiksi tidak dapat segera hadir”

Apakah security token membawa nilai yang nyata?

Beberapa investor merasa takut bahwa STO sama saja dengan ICO, yang mana hal itu tidak benar. Tentu penipuan bisa terjadi di mana saja, bahkan di bursa efek tradisional sekali pun. Namun, tidak seperti utility token ICO, security token didukung oleh aset yang nyata, seperti saham perusahaan atau real estate. Secara teknis kedua jenis token tersebut sama, namun security token bisa memberikan hak kepemilikan, deviden, dan memiliki kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Beberapa ahli memperkirakan bahwa pasar saham akan berpindah ke blockchain di beberapa decade ke depan.

CEO dan co-founder DESICO Laimonas Noreika menjelaskan:

utility token didasari pada pengaruh jaringan, sementara security token didasari pada kinerja nyata dari perusahaan – tidak peduli apakah itu catatan partisipasi pendapatan, ekuitas, atau catatan bagi hasil. Investor mendapatkan keuntungan mereka dari hasil yang didapatkan perushaan”

Jika blockchain membutuhkan 10 tahun untuk menjadi matang seperti sekarang ini, security token mungkin akan bergerak dengan lebih cepat, dan Lithuania sangat bersemangat untuk mendapatkan keuntungan dari inovasi ini.

sumber: Cryptotechnews