Coinvestasi (Banner Ads - Promo Coupon)

Aset Kripto · 5 min read

Likuiditas Pasar Kripto Ternyata Turun di Tengah Krisis Bank di AS

Update pasar kripto

Laporan perusahaan analitik kripto, Kaiko, menunjukkan likuiditas kripto ternyata mengalami penurunan di tengah bank run akibat kegagalan tiga bank besar Amerika Serikat, yaitu: Silvergate, Silicon Valley Bank, dan Signature Bank.

Namun, masalah likuiditas ini dapat sedikit teratasi dengan reli Bitcoin yang hampir mencapai 17% dalam satu bulan terakhir.

Baca juga: Likuiditas – Yang Perlu Diperhatikan Agar Aset Tidak Nyangkut

Berikut ini beberapa data penting yang dirilis oleh Kaiko, yang menunjukkan likuiditas di pasar kripto pada Maret 2023 berdasarkan pada indikator market depth atau kedalaman pasar.

Kedalaman pasar mengacu pada likuiditas pasar untuk aset berdasarkan jumlah standing order untuk membeli (bid) dan menjual (offer) pada berbagai tingkat harga. Selain tingkat harga, kedalaman pasar mempertimbangkan ukuran pesanan, atau volume, pada setiap tingkat harga.

Likuiditas Pasar Kripto Keseluruhan

Grafik Likuiditas Tp 10 Kripto Maret 2023. Sumber: Kaiko

Menurut grafik di atas, terjadi penurunan likuiditas di top 10 aset kripto sebesar US$200 juta (4/3), penurunan ini terjadi setelah masalah Silvergate mencuat. Likuiditas semakin turun karena Signature Bank dan Silicon Valley Bank (SVB) kolaps.

Krisis SVB pun sempat membuat stablecoin USDC depeg. Kondisi likuiditas pasar kripto yang menurun juga dipicu oleh penutupan SEN dan Signet.

Kedua jaringan tersebut berperan penting bagi para penentu pasar (market maker), karena menyediakan akses 24/7 untuk transaksi USD dengan perdagangan via Over The Counter atau OTC dengan perusahaan kripto.

Kedalaman Pasar di Unit Asli (BTC dan ETH). Sumber: Keiko

Sementara itu, di gambar kedua dapat dilihat, baik sirkulasi aset BTC maupun ETH tidak meningkat secara drastis. Artinya, dalam rentang waktu 11 hingga 16 Maret, kenaikan likuiditas disebabkan oleh kenaikan harga bukan peningkatan jumlah aset yang tersedia di pasar. Kenaikan jenis ini dianggap kurang berkelanjutan mengingat volatilitas aset kripto tersebut.

Likuiditas Bitcoin

Menurut analitik Kaiko, tingkat jual-beli (order book) Bitcoin terus menunjukkan posisi terendah baru dalam 10 bulan terakhir, bahkan lebih rendah daripada yang dialami setelah hancurnya FTX. Jika likuiditas Bitcoin melemah, maka volume perdagangan Bitcoin menurun.

Akibatnya, ketersediaan Bitcoin untuk ditransaksikan menjadi lebih sedikit. Dampaknya, volatilitas diperkirakan akan meningkat dan harga Bitcoin akan ikut melemah.

Baca Juga: Harga Bitcoin Reli ke US$28.000, Tren Bullish Dimulai!

Likuiditas Pertukaran

Sementara itu, jika melihat dari data likuiditas pertukaran ada perbedaan reaksi dari pertukaran kripto yang berbasis di Amerika Serikat dan pertukaran kripto yang berbasis di luar AS. Pertukaran luar AS mengalami lonjakan likuiditas yang jauh lebih tinggi di atas 75%.

Tingginya likuditas di bursa non-AS dapat disebabkan oleh regulasi yang cenderung lebih longgar dibandingkan di AS yang semakin memperketat aturan bagi aset kripto.

Selain itu, beberapa pertukaran di luar AS memiliki layanan yang lebih baik dan mudah diakses penggunanya, dibandingkan di AS, yang diketahui telah melarang layanan staking di dua pertukaran kripto besar AS, yakni Coinbase dan Kraken.

Baca Juga: SEC Ingin Perketat Aturan Kustodian Kripto, Ini Poin Pentingnya

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Anggita Hutami

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.