Coingecko: Kuartal 1 2022, Bitcoin Hanya Naik 1,6%!

Anisa Giovanny

19th April, 2022

Kuartal pertama tahun ini selesai, crypto mengawali tahun ini dengan cukup berat, harga yang cenderung stagnan bahkan turun.

Di bandingkan dengan kuartal pertama 2021 volume di pasar crypto menyusut karena banyak investor nampak sangat berhati-hati mengikuti kondisi ekonomi global yang tidak pasti.  

Ketidakpastian global juga mendorong peralihan ke stablecoin yang dianggap lebih aman menghadapi volatilitas di industri.

Berdasarkan data dari Coingecko, stablecoin di akhir kuartal pertama ini telah tumbuh sebesar $23 miliar, dengan stablecoin terbesar dipegang oleh UST yang tumbuh lebih dari 60%.

Tether tetap menjadi stablecoin pilihan, tetapi pertumbuhan telah melambat. USD Coin (USDC), Binance USD (BUSD), dan Terra USD (UST) mengalami pertumbuhan yang kuat sepanjang kuartal satu.

Data keuntungan top 5 aset crypto. Sumber: Coingecko

Dari lima cryptocurrency teratas, hanya Bitcoin (BTC) dan Ripple (XRP) yang berhasil mengakhiri kuartal dengan warna hijau. Binance (BNB) dan Solana (SOL) tidak memiliki keuntungan berarti setelah naik signIfikan pada 2021.

Bitcoin sendiri berhasil menutup Q1 dengan kenaikan 1,6% dan berada dikisaran $36k hingga $45k.

Di tahun ini ada beberapa peristiwa penting yang memengaruhi BTC, di antaranya adalah perang Rusia dan Ukraina, El Salvador menunda penjualan obligasi Bitcoin, MicroStrategy mengambil pinjaman untuk membiayai pembeliannya dari Bitcoin, Yayasan LFG dibentuk untuk membeli BTC.

Bitcoin juga diatur untuk digunakan sebagai cadangan untuk mendukung Terra USD (UST) dan Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga.

Sementara itu, dari peringkat 10 besar hanya Terra (LUNA) berhasil mempertahankan tren positif di kuartal satu.

Top 5 Stablecoin. Sumber: Coingecko
Top 5 Stablecoin. Sumber: Coingecko

Selain perubahan harga, kuartal pertama tahun ini juga menandai beberapa peningkatan dalam berbagai proyek crypto.

Misalnya, Yuga Labs mengakuisisi cryptopunk dan koleksi NFT Meebits, testnet Klin Ethereum 2.0 yang sukses di jalankan,  Bored Ape Yacth Club meluncrukan Apecoin, dan lain sebagainya.

Di kuartal pertama ini testnet ETH 2.0 cukup menyita perhatian, dengan penggabungan tersebut total ETH yang distake untuk lapisan konsensus melihat momentum kenaikan.

Baca juga: Apa Itu Ethereum 2.0? Pahami ETH 2.0 Dalam 3 Menit!

Dengan Penggabungan, emisi harian ETH diharapkan turun dari 12.000 ETH menjadi 1.280 ETH.Walau kabar terbaru dar developer Ethereum 2.0 mengatakan bahwa penggabungan selanjutnya akan tertunda, dan versi baru dari Ethereum ini tidak akan dirilis pada Juni 2022.

DeFi Turun, TVL Ethereum Mulai Tergeser

Kapitalisasi pasar DeFi sedikit menurun, dari $150 menjadi $141 miliar pada akhir Q1 2022. Level ini terakhir terlihat di pertengahan Oktober tahun lalu, sebelum akhir tahun 2021.

Di kurtal pertama ini, aset yang paling terlihat kenaikannya adalah crypto dengan proyek DeFi yang membawa teknologi multi-chain perpetual yang terdesentralisasi.

Dominasi blockchain Ethereum dalam total value locked (TVL) perlahan-lahan mulai digeser oleh jaringan lain. Binance Smart Chain (BSC) tetap menjadi jaringan EVM yang dominan, tetapi Avalanche perlahan merayap naik.

Baca juga: Mengenal Binance Smart Chain yang Bikin Ethereum Terancam!

Chain EVM lainnya telah mempertahankan pangsa pasar mereka, termasuk Fantom meskipun tahun ini proyek tersebut ditinggal Andre Cronje. Sementara itu, Terra mengalami kenaikan TVL 10%, sedangkan Solana mengalami penurunan.

Menyusul kondisi ekonomi yang tidak pasti dan harga crypto yang cenderung turun, dampaknya volume perdagangan di pasar spot anjlok.

Volume perdagangan spot di 10 bursa terpusat dan terdesentralisasi teratas turun dari $6,08 triliun pada Q4 2021 menjadi $3,79 triliun pada Q1 2022. Memuncak pada November 2021, volume perdagangan menurun di bulan-bulan berikutnya sebelum sedikit rebound pada Maret 2022.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency