Berita Altcoins · 5 min read

5 Kripto Paling Banyak Dimiliki Investor Indonesia di 2025

Jumat, 09 Januari 2026
indonesia kripto
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Pengguna aset kripto di Indonesia menunjukkan kecenderungan yang jelas dalam memilih aset utama sebagai fondasi portofolio. Temuan dari Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025, hasil kolaborasi Indonesia Crypto Network (ICN), Coinvestasi, dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), yang melibatkan 1.851 responden dari berbagai wilayah dan kelompok usia, memperlihatkan bahwa kepemilikan kripto masih sangat terpusat pada aset berkapitalisasi besar dengan rekam jejak panjang.

Total aset kripto paling banyak dimiliki pengguna kripto Indonesia. Sumber: Indonesia Crypto & Web3 Industry Report

Data ini mengindikasikan bahwa mayoritas pengguna tidak menjadikan aset spekulatif sebagai fokus utama. Sebaliknya, Bitcoin, USDT, Solana, Ethereum, dan BNB mendominasi portofolio sebagai aset yang dianggap lebih stabil, likuid, dan relevan untuk penggunaan jangka panjang. Berikut penjelasan masing-masing aset kripto terpopuler di Indonesia berdasarkan hasil survei tersebut.

Baca juga: 7 Fakta Menarik Karakter Investor Kripto Indonesia

Bitcoin

Bitcoin menempati posisi teratas sebagai aset kripto paling banyak dimiliki oleh pengguna Indonesia, dengan porsi sekitar 45–47% dari total kepemilikan. Dominasi ini mencerminkan peran Bitcoin sebagai aset inti dalam ekosistem kripto global.

Sebagai aset kripto pertama di dunia, Bitcoin dipandang sebagai penyimpan nilai digital dengan tingkat kepercayaan tinggi. Jaringan yang matang, adopsi institusional, serta suplai yang terbatas membuat Bitcoin kerap dijadikan fondasi portofolio, terutama oleh pengguna yang menghindari risiko berlebihan.

Baca juga: Dana Kripto Global Catat Total Inflow Rp790 Triliun Sepanjang 2025

USDT

USDT berada di posisi kedua dengan porsi kepemilikan sekitar 13–15%. Tingginya kepemilikan USDT menunjukkan fungsi penting stablecoin dalam aktivitas pengguna kripto di Indonesia.

USDT banyak digunakan sebagai alat lindung nilai, penyimpan dana sementara, serta jembatan transaksi antar aset. Stabilitas nilainya yang dipatok terhadap dolar AS menjadikan USDT krusial dalam manajemen risiko, terutama saat pasar mengalami volatilitas tinggi.

Baca juga: Penerbit USDT Tether Borong 8.888 Bitcoin di Awal 2026

Solana

Solana menempati posisi berikutnya dengan porsi kepemilikan sekitar 9–10%. Popularitas Solana mencerminkan meningkatnya minat pengguna terhadap jaringan blockchain dengan kecepatan tinggi dan biaya transaksi rendah.

Ekosistem Solana berkembang pesat di sektor DeFi, NFT, dan aplikasi berbasis konsumen. Bagi pengguna Indonesia, Solana dipandang sebagai jaringan dengan utilitas nyata dan potensi penggunaan yang luas, bukan sekadar aset spekulatif.

Baca juga: Solana Mobile Siap Luncurkan Token SKR Januari 2026

Ethereum

Ethereum berada di peringkat selanjutnya dengan kepemilikan sekitar 6–7%. Meski posisinya berada di bawah Solana dalam survei ini, Ethereum tetap memegang peran fundamental dalam ekosistem kripto global.

Sebagai jaringan utama untuk smart contract dan aplikasi terdesentralisasi, Ethereum menjadi fondasi bagi banyak protokol DeFi dan NFT. Kepemilikan Ethereum mencerminkan eksposur pengguna terhadap infrastruktur inti Web3, meski biaya transaksi yang lebih tinggi masih menjadi pertimbangan.

Baca juga: Bhutan Ekspansi ke Ethereum, Sukses Staking 320 ETH Bernilai Rp16 M

BNB

BNB melengkapi lima besar dengan porsi kepemilikan sekitar 5–6%. Aset ini memiliki keterkaitan erat dengan ekosistem Binance dan aktivitas perdagangan aset kripto secara global.

BNB banyak dimanfaatkan untuk potongan biaya transaksi, partisipasi ekosistem, serta akses ke berbagai layanan berbasis exchange. Kepemilikannya menunjukkan bahwa sebagian pengguna Indonesia masih sangat terhubung dengan aktivitas perdagangan terpusat sebagai pintu masuk utama ke dunia kripto.


Secara keseluruhan, pola kepemilikan ini menegaskan bahwa pengguna kripto di Indonesia cenderung mengandalkan aset berkapitalisasi besar sebagai basis portofolio. Aset spekulatif dan berisiko tinggi memang ada, namun tidak menjadi pusat strategi. Data ini memperkuat narasi bahwa pendekatan pengguna Indonesia terhadap kripto semakin rasional, berorientasi utilitas, dan lebih sadar risiko.

Kenali lebih jauh tentang Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025.

Baca juga: 5 Tren Kripto Terpopuler di 2025

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.