Harga · 5 min read

Dana Kripto Global Catat Total Inflow Rp790 Triliun Sepanjang 2025

Selasa, 06 Januari 2026
kripto
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Produk investasi aset kripto global mencatat arus dana masuk atau inflow sekitar US$47,2 miliar atau setara Rp790 triliun sepanjang 2025. Angka ini sedikit di bawah rekor 2024. Kinerja tahun lalu banyak didorong oleh altcoin, sementara minat terhadap produk berbasis Bitcoin melemah.

Data CoinShares yang dirilis Head of Research, James Butterfill menunjukkan nilai inflow Exchange-Traded Product (ETP) kripto ini turun 3 persen dibanding 2024 yang mencatat US$48,7 miliar setara Rp815 triliun. Penurunan terjadi meski ada peluncuran ETF kripto baru di Amerika Serikat.

Arus dana ke produk investasi Bitcoin mengalami penurunan tajam. Sepanjang 2025, inflow Bitcoin tercatat sekitar US$27 miliar atau setara Rp452,3 triliun. Angka ini turun 35 persen dibanding 2024 yang mencapai US$41,7 miliar atau sekitar Rp698,5 triliun. Sebaliknya, produk berbasis Ether, XRP, dan Solana justru mencatat pertumbuhan signifikan.

Meski inflow sedikit menurun secara tahunan, total aset yang dikelola (AUM) pada produk ETP kripto global tetap meningkat. Hingga akhir 2025, AUM tercatat mencapai sekitar US$180 miliar atau setara Rp3.015 triliun, naik dari US$160 miliar atau sekitar Rp2.680 triliun pada tahun sebelumnya.

Baca juga: Trader Bitcoin Awali 2026 dengan Taruhan Harga Tembus US$100.000

Dana Altcoin Pimpin Pertumbuhan

Produk investasi berbasis Ether menjadi kontributor terbesar inflow altcoin sepanjang 2025. Inflow Ether ETP mencapai US$12,7 miliar atau setara Rp212,7 triliun. Nilai ini melonjak 138 persen dibanding 2024 yang hanya US$5,3 miliar atau sekitar Rp88,8 triliun.

Solana mencatat tingkat pertumbuhan tertinggi secara persentase. Inflow produk Solana melonjak sekitar 1.000 persen, dari US$310 juta atau sekitar Rp5,2 triliun pada 2024 menjadi US$3,6 miliar atau setara Rp60,3 triliun pada 2025. Sementara itu, produk investasi XRP juga mencatat lonjakan signifikan. Inflow XRP naik sekitar 500 persen, dari US$608 juta atau Rp10,2 triliun menjadi US$3,6 miliar atau sekitar Rp60,3 triliun.

Namun, tidak semua altcoin mencatat kinerja positif. Butterfill mencatat bahwa sentimen terhadap altcoin lainnya justru melemah. Secara tahunan, inflow altcoin di luar Ether, Solana, dan XRP turun sekitar 30 persen dibanding tahun sebelumnya.

Secara geografis, Amerika Serikat tetap menjadi pusat utama arus dana kripto global sepanjang 2025. Total inflow dana kripto di negara tersebut mencapai US$42,5 miliar atau sekitar Rp712 triliun. Meski mendominasi, nilainya turun sekitar 12 persen dibanding 2024.

Hingga akhir 2025, total dana yang dikelola pada dana kripto di Amerika Serikat tercatat sebesar US$152,6 miliar atau setara Rp2.555 triliun. Angka ini mewakili sekitar 84 persen dari total aset kripto yang dikelola oleh ETP global.

Arus dana kripto berdasarkan negara. Sumber: CoinShares

Di luar Amerika Serikat, Jerman mencatat pertumbuhan paling agresif. Inflow di negara tersebut melonjak tajam dari hanya US$43 juta atau sekitar Rp720 miliar pada 2024 menjadi US$2,5 miliar atau sekitar Rp41,9 triliun pada 2025. Kanada juga menunjukkan pemulihan signifikan, dengan inflow meningkat dari US$600 juta atau Rp10,1 triliun pada 2024 menjadi US$1,1 miliar atau sekitar Rp18,4 triliun pada 2025.

Memasuki awal 2026, tren inflow kembali menunjukkan sinyal pemulihan.

Arus dana produk kripto mingguan. Sumber: CoinShares

Pada pekan pertama Januari, ETP kripto global mencatat inflow mingguan sebesar US$582 juta atau setara Rp9,75 triliun. Khusus pada Jumat terakhir pekan tersebut, arus dana masuk tercatat mencapai US$671 juta atau sekitar Rp11,2 triliun.

Baca juga: 7 Peristiwa Penting Kripto Sepanjang 2025


Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

Topik

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.