Korban Mt. Gox Mulai Dibayar, 142.000 Bitcoin Siap Dijual

Naufal Muhammad

9th July, 2022

Kasus Mt. Gox, kasus peretasan Bitcoin terbesar pertama yang terjadi di antara tahun 2011 hingga 2014, terlihat mulai mengalami titik terang. 

Dikabarkan bahwa kerugian para korban dari kasus peretasan ini akan segera digantikan. Tapi sayangnya ganti rugi ini berpotensi mendorong harga Bitcoin (BTC) turun karena adanya penjualan Bitcoin yang perlu dilakukan. 

Korban Mt. Gox Mulai DIbayar Ganti Rugi

Pihak yang bertanggung jawab untuk mengembalikan dana kerugian investor dan kreditur kasus Mt. Gox terlihat mulai menjalani janjinya untuk ganti rugi. 

Terdapat tiga pilihan ganti rugi untuk para investor dan kreditur dimana dana dapat digantikan dalam bentuk Bitcoin (BTC), uang fiat, atau Bitcoin Cash (BCH).

Perlu diketahui bahwa ganti rugi yang akan dilakukan bukan ganti rugi total, namun hanya sebagian dari yang berhasil ditemukan kembali setelah hilang. 

Baca juga: 10 Pencurian Crypto Terbesar yang Pernah Ada

Dari tahun 2011 hingga 2014 terdapat peretasan terhadap Mt. Gox yang berujung hilangnya 700.000 Bitcoin. Namun sayangnya dari 700.000 Bitcoin tersebut, hanya sekitar 150.000 Bitcoin yang berhasil ditemukan dan diambil kembali. 

Tapi dikabarkan bahwa dari 150.000 Bitcoin, yang akan dibagikan kepada investor dan kreditur adalah sekitar 142.000 Bitcoin. 

Menurut publikasi yang beredar, jumlah Bitcoin yang akan kembali diedarkan ke investor dan kreditur lebih tepatnya adalah sebanyak 141.686 Bitcoin

Nantinya para pihak yang akan diganti kerugiannya dapat memilih untuk menerima uangnya sekaligus dalam satu kali pembayaran atau sedikit demi sedikit dalam jangka waktu tertentu. 

Untuk saat ini belum ada rincian mengenai jangka waktu pengembalian dana kemungkinan karena publikasi pernyataan ganti rugi baru dipublikasi pada 6 Juli 2022. 

Semua ini adalah bagian dari program rehabilitas kasus Mt. Gox yang sudah dibentuk sejak tahun 2021 lalu. 

Kekhawatiran Tekanan Jual Meningkat

Walau terdengar seperti kabar positif, ganti rugi ini dapat membuat tekanan jual yang besar di pasar crypto, terutama untuk Bitcoin. 

Hal ini disebabkan adanya pilihan untuk menerima biaya ganti rugi dalam Bitcoin, Bitcoin Cash, atau uang fiat. 

Jadi ada kemungkinan pihak yang bertanggung jawab untuk mengganti kerugian ini akan menjual Bitcoin yang dimiliki untuk mendapatkan uang fiat yang kemudian akan diberikan ke investor atau kreditur. 

Banyak yang memberi tanggapan negatif karena khawatir tekanan jual tersebut dapat mendorong harga Bitcoin turun, bahkan ke batas bawah yang dibicarakan oleh mayoritas analis yaitu di harga $10,000

Baca juga: Miner Jualan BTC! Dimana Harga Terendah Bitcoin?

Hal ini disebabkan jika semua investor dan kreditur meminta ganti rugi dalam uang fiat maka akan ada 141.866 BTC yang akan dijual. 

Melihat kondisi perekonomian saat ini yang memaksa masyarakat untuk menyimpan uang fiat, kemungkinan penjualan ini menjadi lebih besar. 

Kabar baiknya, menurut dokumen publikasi ganti rugi yang beredar, pihak program rehabilitas akan menentukan periode vesting atau penguncian, dimana masing-masing investor dan kreditur baru akan mendapatkan dananya sesuai urutan yang ditentukan

Tujuannya kemungkinan adalah untuk menghindari potensi penjualan 141.866 BTC secara bersamaan agar koreksi besar tidak terjadi.  

Jadi jika masing-masing investor dan kreditur mendapatkan dana di waktu yang berbeda, walau semua meminta dalam fiat, penjualan Bitcoin tidak akan terjadi secara bersamaan, memperkecil tekanan jual di pasar. 

Menurut hasil sidang dari pihak program rehabilitas Mt. Gox ini, kemungkinan besar waktu pembayaran akan dimulai pada akhir Agustus 2022. 

Pihak penanggung jawab juga menegaskan jika ada manipulasi atau transaksi melalui “orang dalam” agar mendapat dana lebih dulu dari yang lain, maka akan ada sanksi berupa biaya atau tidak mendapatkan dana sama sekali. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.