Coinvestasi (Banner Ads - Promo Coupon)

Berita Industri · 5 min read

Konflik SEC dan Paxos Berlanjut, Harga BNB dan BUSD Turun!

BUSD BNB

Security Exchange Comission (SEC) menggugat perusahaan stablecoin Paxos atas tuduhan bahwa stablecoin BUSD tidak terdaftar sebagai sekuritas. Sejak gugatan tersebut diajukan, terjadi penurunan kapitalisasi pasar pada BUSD dan BNB.

Baca Juga: SEC Akan Gugat Paxos Soal Binance USD (BUSD), Terpantau Ada Penarikan Besar!

BNB Ikut Anjlok

Selasa (14/2), data Coingecko menunjukkan, Binance USD (BUSD) turun menjadi US$0.999222. Depeg BUSD juga mempengaruhi nilai token asli, Binance Coin (BNB) yang mengalami penurunan harga 7,2% dalam 24 jam, dari US$312 menjadi US$292,14.

Penurunan BUSD berpengaruh pada harga token BNB karena BUSD memegang peran kunci dalam ekosistem Binance, karena banyak aset kripto yang ada di Binance menggunakan BUSD sebagai pasangan perdagangan.

Kapitalisasi pasar BUSD pun terpantau turun 4,2% dalam 30 hari ini, kapitalisasi USDC justru turun paling parah dalam sebulan ini dengan presentaset 6,1%, dan Tether kokoh menjadi stablecoin dengan kaiptalisasi pasar terbesar dengan peningkatan 3,3% dalam rentang waktu yang sama.

Kapitalisasi pasar stablecoin. Sumber: Coingecko.

Penerbitan BUSD Baru Dihentikan

Departemen Layanan Keuangan New York (NYDFS) menginstruksikan Paxos untuk berhenti memproduksi BUSD baru pada Jumat (13/1). Merespons hal tersebut, Paxos mengumumkan pihaknya akan berhenti mencetak unit baru BUSD mulai 23 Februari.

Sebagai konsekuensinya, terjadi penurunan kapitalisasi pasar secara berangsur. Pihak Paxos mengatakan semua token BUSD akan tetap didukung penuh dan dapat ditukarkan melalui Paxos Trust Company hingga Februari 2024.

CEO Binance Changpeng “CZ” Zhao menegaskan bahwa Binance akan membuat penyesuaian pada produknya, termasuk transisi menggunakan BUSD. Binance juga akan terus mendukung BUSD.

Baca juga: Token Ini Melonjak Setelah Rumor SEC Larang Layanan Staking!

Apakah BUSD termasuk Sekuritas?

Tuduhan SEC mengenai BUSD tidak terdaftar sekuritas menuai polemik. Analis kripto, Miles Deutscher mempertanyakan bagaimana sebuah stablecoin dikategorikan sebagai sekuritas.

Ia juga berpendapat bahwa Tes Howey tidak berlaku untuk stablecoin. Tes Howey adalah serangkaian kriteria yang digunakan oleh SEC untuk menentukan apakah suatu aset memenuhi syarat sebagai sekuritas.

Menanggapi isu tersebut, pengamat instrumen investasi, Adam Cochran mengatakan bahwa SEC memiliki wewenang untuk menuntut perusahaan mana pun yang menerbitkan aset keuangan berdasarkan Securities Act of 1933.

Cochran menambahkan, SEC tidak dibatasi oleh Howey Test. Fakta bahwa aset-aset BUSD memiliki Treasuries membuatnya mirip dengan dana pasar uang.

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Anggita Hutami

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.