Tingkat Kesulitan Mining Bitcoin Alami Penurunan Terbesar Sejak Juli 2021, Ini Alasannya!

Nabiila Putri Caesari

6th December, 2022

Pada tanggal 5 Desember 2022, di ketinggian 766.080 blok, tingkat kesulitan atau mining difficulty menurun sebesar 7,32%, yang menjadikannya penurunan terbesar di 2022.

Sebelumnya tingkat kesulitan mining terendah terjadi pada Juli 2021 saat China melarang aktivitas penambangan besar-besaran di negara tersebut, padahal kala itu China merupakan negara dengan tingkat mining tertinggi di dunia. 

Kesulitan penambangan secara otomatis disesuaikan dengan hashrate (daya komputasi) untuk menjaga waktu yang diperlukan untuk menambang blok bitcoin secara stabil (semakin banyak penambang bekerja, maka semakin tinggi kesulitannya). 

Sementara, kesulitan saat ini mencapai 34,24 triliun dan diperkirakan akan tetap di level ini untuk dua minggu ke depan (2.016 blok).

Kesulitan menambang Bitcoin
Kesulitan menambang Bitcoin. Sumber: Coinwarz

Satoshi menciptakan penargetan ulang kesulitan untuk berubah secara berkala atau setiap 2.016 blok sehingga waktu rata-rata untuk menambang satu blok tetap konstan sekitar 10 menit. 

Miner Bitcoin Kesulitan

Dalam beberapa bulan terakhir, penambang Bitcoin terjebak di antara harga Bitcoin yang sangat rendah yang menurunkan pendapatan mereka dan tarif listrik yang tinggi yang meningkatkan biaya.

Baca juga: 5 Perusahaan Kripto yang Bangkrut di 2022

Sementara itu, profitabilitas penambangan telah turun sekitar 20% dalam sebulan terakhir, menurut indikator hashprice Luxor. Lebih lagi, kondisi crypto winter yang terjadi sekarang ini tampaknya telah memukul industri, dan mau tak mau penambang Bitcoin harus mematikan mesin mereka.

Penambang Bitcoin besar seperti Core Scientific dan Argo Blockchain menghadapi krisis likuiditas, sementara Compute North mengajukan kebangkrutan Bab 11.

Selain itu, berdasarkan laporan dari Coindesk harga energi telah meningkat dalam beberapa hari terakhir yang juga diikuti oleh harga gas alam, sehingga miner yang menambang mendekati titik impas dan mungkin saja dengan melihat harga listrik yang naik dapat membalikkan operasi mereka ke arus kas negatif. 

Secara keseluruhan, penurunan tingkat kesulitan mining ini tidak membuat jaringan lebih rentan terhadap serangan dan ini masih jauh dibandingkan penurunan saat Juli 2021.

Baca juga: Mining Bitcoin Makin Sulit, Pendapatan Miner Terus Turun

Nabiila Putri Caesari

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.