Berita Altcoins · 5 min read

Luna Habiskan Rp53 Triliun Demi Pertahankan Asetnya, Begini Isi Laporannya

UNA-rilis-laporan-audit-terbaru

Luna Foundation Guard (LFG), nirlaba yang mengelola stablecoin algoritmik UST, telah merilis audit pihak ketiga untuk memberikan transparansi penuh ke dalam asetnya, dan upaya mereka dalam menanggulangi krisis TerraUSD (UST) pada Mei 2022.

Audit ini diberikan untuk menjawab semua tuduhan, beberapa diantaranya yaitu tuduhan terkait dana yang disalahgunakan, adanya orang dalam, menyimpan dana di dompet lain, dan dana yang dibekukan. 

Luna Habiskan Rp53 Triliun 

Dalam laporan audit pihak ketiga oleh JS Held, sebuah perusahaan konsultan di New York,  LFG diketahui telah menghabiskan sebesar $2,8 miliar (Rp43 triliun) (80.081 BTC dan 49,8 juta dalam bentuk stablecoin) untuk mempertahankan pasokan UST-nya.

Selain itu, Terraform Labs (TFL) juga menghabiskan dana sebesar $613 juta (Rp9 triliun) dari modalnya sendiri untuk mempertahankan pasak UST. 

Secara keseluruhan, laporan tersebut menyatakan bahwa Luna Foundation Guard telah menghabiskan dana sebesar $3,4 miliar (Rp53 triliun) untuk mencegah UST kehilangan pasaknya, yang bersumber dari sisa saldo satu-satunya (dana cadangan). 

Audit Menyatakan Tidak Ada Penyalahgunaan Dana

Menanggapi laporan terbaru dari LFG, audit menyatakan bahwa tidak ada keterangan penggelapan, penyalahgunaan dana, ataupun pencucian uang. 

Dalam laporannya, JS Held membantah kepercayaan yang diyakini secara luas bahwa Do Kwon, salah satu pendiri Terraform Labs mencuri uang dari LFG setelah UST bangkrut. Karena, di dalam audit tidak menunjukkan adanya dana LFG yang dicuri oleh tim Terra atau diblokir oleh pihak berwenang.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak ada dana LFG yang disalahgunakan, digunakan untuk menguntungkan orang dalam, atau disimpan di dompet rahasia lainnya. Selain itu, semua dana LFG disimpan di dompet yang dihosting sendiri dan belum pernah dipindahkan sejak 16 Mei 2022.

Baca Juga: Bisakah Luna Classic Kembali ke $1? Ini Jawabannya

Laporan Rilis, Begini Tanggapan Do Kwon

Dalam tweet yang diterbitkan beberapa jam setelah laporan audit dipublikasikan, Do Kwon memberikan komentarnya bahwa kasus Terra Luna berbeda dengan kasus kegagalan proyek baru-baru ini di kripto, (yang mengacu pada kebangkrutan FTX). 

“Meskipun ada kegagalan baru-baru ini terjadi di industri kripto, penting untuk membedakan antara kasus Terra, di mana stablecoin terdesentralisasi sumber terbuka yang transparan gagal mempertahankan paritas pasak dan penciptanya menghabiskan modal kepemilikan untuk mencoba mempertahankannya, dan kegagalan sentralisasi,” kata Do Kwon, pendiri Terraform Labs.

Baca Juga: Kasus Do Kwon, Ini Dia 5 Jeratan Hukumnya!

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Nabiila Putri Caesari

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.