JPMorgan Targetkan Harga Bitcoin Berada Dinilai $150.000

Rossetti Syarief

10th February, 2022

Menurut ahli strategi di JPMorgan Chase yang dipimpin oleh Nikolaos Panigirtzoglou, mereka melihat “nilai wajar” pada pergerakkan harga Bitcoin yang bernilai $44.265 pada saat penulisan.

Sementara untuk target harga Bitcoin sendiri, mereka menetapkan $150.000, naik dari proyeksi $146.000 yang terlihat tahun lalu. Pernyataan tersebut dilaporkan langsung oleh Bloomberg setelah wawancaranya bersama tim JPMorgan. 

Berdasarkan hasil perhitungan tim, nilai Bitcoin di angka $35.000-$40.000 adalah ‘nilai wajar’ karena jika ditinjau berdasarkan volatilitasnya BTC kira-kira empat kali lebih mudah berubah nilai dari logam mulia.

Jika perbedaan volatilitas menyempit menjadi tiga kali lipat, nilai wajar Bitcoin akan mencapai $50.000.

Baca Juga: JPMorgan: Institusi Lebih Pilih Beli Bitcoin daripada Emas

Tantangan untuk Bitcoin

Melihat harga Bitcoin (dan aset crypto lainnya) memiliki nilai yang sangat fluktuatif, para analis menandakan hal itu sebagai tantangan untuk Bitcoin dan cryptocurrency ke depannya.

“Tantangan terbesar untuk Bitcoin ke depan adalah volatilitasnya dan siklus boom dan bust yang menghambat adopsi institusional lebih lanjut. Harganya juga sangat tidak stabil, berbeda dengan emas.”

Sementara membahas mengenai koreksi harga BTC pada bulan Januari lalu, tampaknya kurang terlihat seperti kapitulasi dibandingkan pergerakan harga menurun Bitcoin pada Mei 2021.

Tetapi ahli strategi mencatat bahwa metrik seperti futures open interest  dan cadangan di bursa pada koreksi periode ini menunjukkan tren penurunan posisi yang lebih bertahan lama dan ini menandakan hal yang perlu dikhawatirkan.

Seperti yang dilaporkan CryptoGlobe, BTC melampaui indikator teknis utama setelah melampaui $42.800, di mana rata-rata pergerakan 50 hari setelah mengalami tren turun sejak November tahun lalu, ketika BTC mencapai level tertinggi baru di dekat $69.000.

Dalam sebuah laporan lain yang diterbitkan oleh Fidelity Digital Assets, raksasa pialang multinasional berpendapat bahwa Bitcoin adalah “bentuk uang yang unggul”.

Baca juga: JPMorgan Sarankan Kepemilikan Bitcoin di Portofolio untuk Lindung Nilai

Pernyataa ini mengutip jika Bitcoin bisa menjadi “barang moneter utama” dan bahwa terobosan teknologinya didasarkan pada keunggulan itu, dan bukan sebagai teknologi pembayaran yang unggul.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.