
Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Bitcoin · 8 min read
Analis JPMorgan menilai harga Bitcoin (BTC) saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya, terutama jika dibandingkan dengan emas. Volatilitas Bitcoin yang menurun drastis justru dipandang sebagai faktor positif yang membuat aset ini semakin menarik bagi investor institusi.
Dalam laporan yang dikutip dari Decrypt pada Jumat (29/8/2025), tim analis yang dipimpin Nikolaos Panigirtzoglou menyebut harga wajar Bitcoin seharusnya berada di kisaran US$126.000 per koin, dengan peluang level tersebut tercapai sebelum akhir tahun.
Data CoinMarketCap mencatat saat ini Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$111.031, turun hampir 2% dalam 24 jam terakhir. Adapun, level harga saat ini menunjukkan penurunan lebih dari 10% dari rekor tertingginya sebesar US$124.457 yang tercatat pada 14 Agustus lalu.
Baca juga: Bitwise Prediksi Harga Bitcoin Tembus US$1,3 Juta di 2035
Salah satu temuan utama JPMorgan adalah penurunan tajam volatilitas Bitcoin, dari hampir 60% di awal tahun menjadi hanya 30% saat ini, level terendah sepanjang sejarah. Kondisi ini membuat Bitcoin semakin stabil dan lebih mudah diintegrasikan ke dalam portofolio institusi.
“Perkembangan paling mencolok tahun ini adalah runtuhnya volatilitas Bitcoin, yang kini berada di level 30% secara historis rendah. Kami melihat salah satu faktor utama di balik fenomena ini adalah percepatan pembelian Bitcoin oleh korporasi,” tulis Panigirtzoglou dalam laporan tersebut.
JPMorgan mencatat lebih dari 6% pasokan Bitcoin kini terkunci di neraca perusahaan publik. Arus pembelian dari korporasi ini berfungsi layaknya quantitative easing bank sentral pasca-krisis 2008, yaitu menekan fluktuasi harga dengan mengunci aset dalam kepemilikan jangka panjang.
Fenomena ini semakin kuat setelah sejumlah perusahaan besar masuk ke indeks global. MicroStrategy telah ditambahkan ke indeks utama, sementara Metaplanet naik ke kategori mid-cap dalam FTSE Russell sehingga otomatis masuk FTSE All-World Index. Perubahan ini mendorong aliran modal pasif baru ke Bitcoin.
Tak hanya itu, persaingan korporasi dalam menimbun Bitcoin kian memanas. Perusahaan Nasdaq KindlyMD mengajukan rencana penggalangan dana hingga US$5 miliar setelah menetapkan Bitcoin sebagai cadangan utama, sementara perusahaan BSTR milik Adam Back disebut berambisi menyaingi Marathon Digital sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar kedua setelah Strategi.
JPMorgan menegaskan, dengan volatilitas yang terus menurun, risiko relatif Bitcoin terhadap emas semakin menyempit. Saat ini, rasio volatilitas Bitcoin terhadap emas berada di level 2,0, terendah sepanjang catatan. Artinya, Bitcoin hanya menyerap dua kali lebih banyak modal risiko dibanding emas dalam portofolio investasi.
Jika disetarakan dengan nilai investasi emas privat sekitar US$5 triliun, kapitalisasi pasar Bitcoin yang berada di kisaran US$2,2 triliun masih perlu naik sekitar 13%. Hal ini mengimplikasikan harga wajar Bitcoin di level US$126.000.
Laporan tersebut juga menyoroti perubahan besar dalam valuasi Bitcoin. Pada akhir 2024, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$36.000 di atas nilai wajarnya. Kini, posisinya justru sekitar US$13.000 di bawah level tersebut, menandakan ruang kenaikan yang masih terbuka lebar.
Baca juga: Bitcoiner Terjebak Scam, 783 BTC Senilai Rp1,4 Triliun Raib
Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.
Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.
Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.