Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Bitcoin · 5 min read

Jelang persetujuan ETF Bitcoin spot pada 10 Januari 2023, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) memberikan imbauan kepada investor untuk tidak FOMO.
Melalui postingan kantor edukasi SEC pada 6 Januari 2023, lembaga ini juga mengingatkan investor ritel tentang risiko yang terkait dengan aset digital, termasuk saham meme, mata uang kripto, dan token non fungible (NFT). Imbauan yang diberikan SEC ini memicu pun spekulasi bahwa Bitcoin ETF akan disetujui.
#SECInvestingResolution 5: Say “NO GO to FOMO” (fear of missing out). Just because others might buy a particular investment, doesn’t mean it’s the right opportunity for you. Learn more about finding out what’s right for you and your investing goals: https://t.co/fixDWoNFrF pic.twitter.com/SGf1z6xmhL
— SEC Investor Ed (@SEC_Investor_Ed) January 6, 2024
Sementara itu, menyusul perkembangan Bitcoin ETF spot ini beberapa perusahaan telah secara aktif melakukan diskusi dan memenuhi syarat yang diminta SEC.
Beberapa perusahaan telah mengajukan dokumen 19b-4 yang diperbarui pada hari Jumat untuk usulan ETF spot bitcoin, termasuk Grayscale Investments, Valkyrie, Invesco, ARK, dan 21Shares. Pekan lalu, bursa Cboe BZX juga mengajukan formulir untuk VanEck, WisdomTree, Pando Asset AG, dan Franklin Templeton.
Baca juga: Daftar Aplikasi ETF Bitcoin Spot dan Perkembangannya
Bitcoin di awal Januari ini mengalami fluktuasi cukup tinggi dan sebagian besar dipengaruhi oleh berita ETF Bitcoin spot. Bitcoin mencapai US$45.000 pada 2 Januari 2023, kemudian turun cepat ke level US$42.000 pada 3 Januari 2023 usai berita potensi penolakan ETF Bitcoin spot mencuat. Per 8 Januari 2023, harga BTC diperdagangkan di level US$43.000.
Baca juga: Keputusan ETF Bitcoin Spot Makin Dekat, Momentum Sell The News Menguat
Di sisi lain, analis optimis bahwa aplikasi ETF Bitcoin dari berbagai perusahaan terkemuka akan mendapatkan lampu hijau dari SEC. Analis ETF Bitcoin Bloomberg, Eric Balchunas, dan James Seyffart, memperkirakan ada peluang 5% aplikasi akan ditolak.
Jika terjadi penolakan, menurut Seyffart reaksi dari komunitas investasi, khususnya di kalangan investor muda, diperkirakan akan kuat, khususnya dari investor GenZ. Selain itu, tantangan hukum mungkin akan muncul lagi, serupa dengan keberhasilan gugatan Grayscale terhadap SEC.
Anthony Pompliano, salah satu pendiri Pomp Investments, muncul di “Squawk Box” CNBC pada tanggal 5 Januari 2024, menyatakan persetujuan ETF Bitcoin spot yang disetujui AS sebagai peristiwa besar, dan mencatat kinerja Bitcoin yang mengesankan sebagai aset selama 15 tahun terakhir.
Pompliano menyatakan keyakinannya terhadap pertumbuhan harga Bitcoin dalam jangka panjang, menghubungkannya dengan permintaan yang berkelanjutan dari ETF spot.
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.