Jack Dorsey Usulkan Dana Pertahanan Hukum Bitcoin untuk Pengembang

Rossetti Syarief

13th January, 2022

Mantan CEO Twitter yang saat ini memegang Square, Jack Dorsey, baru-baru ini mengumumkan perencanaanya membuat “Dana Pertahanan Hukum Bitcoin” dengan salah satu pendiri Chaincode Labs Alex Morcos dan Martin White yang merupakan akademisi di University of Sussex.

Pengumuman itu dikirim pada milis untuk pengembang Bitcoin, bitcoin-dev, pada Rabu kemarin dari alamat email yang tampaknya milik Dorsey.

https://twitter.com/zackvoell/status/1481081232356163585?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1481081232356163585%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=https%3A%2F%2Fcointelegraph.com%2Fnews%2Fjack-dorsey-announces-bitcoin-legal-defense-fund

Dalam pernyataanya, Dorsey mengatakan jika dana yang keluar nantinya akan digunakan sebagai bentuk dukungan dan pembelaan hukum bagi pengembang Bitcoin yang saat ini menjadi subjek litigasi multi-front.

Dukungan tersebut sudah termasuk membayar tagihan hukum, mengembangkan strategi persidangan, serta menemukan dan mempertahankan pengacara.

Tujuan Perencanaan

Selain menyuarakan bentuk dukungan, pengumuman tersebut juga merujuk pada pengembang open-source yang seringkali independen rentan terhadap tekanan hukum secara sepihak.

Menurut sang CEO, litigasi dan ancaman lanjutan memiliki efek yang diinginkan orang atas seperti terdakwa individu telah memilih untuk menyerah tanpa adanya dukungan hukum.

Oleh karena itu, Dorsey dan kemitraannya mengusulkan tanggapan terkoordinasi dan formal untuk membantu mempertahankan pengembang.

Pengumuman itu selanjutnya menggambarkan dana pertahanan hukum bitcoin sebagai entitas nirlaba yang bertujuan untuk meminimalkan hukum yang mendukung sepihak sebagai upaya mencegahan pengembang perangkat lunak untuk secara aktif mengembangkan Bitcoin dan proyek terkait.

“Tujuan utama Dana ini adalah untuk membela pengembang dari tuntutan hukum terkait aktivitas mereka di ekosistem Bitcoin, termasuk menemukan dan mempertahankan penasihat hukum, mengembangkan strategi litigasi, dan membayar tagihan hukum,” katanya.

Pendiri Blockchain Commons, Christopher Allen, mengutarakannya pada sebuah wawancara bahwa dia telah menyadari masalah ini selama beberapa waktu, namun masih berusaha memendamnya. 

Blockchain Commons sendiri merupakan anggota dari Crypto Open Patent Alliance, juga telah berdiskusi dengan perusahaan lain termasuk Blue Sky dan Square Crypto.

Baca Juga: Suku Bunga Belum Jadi Naik, Crypto Diprediksi Membaik

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.