Iran Larang Mining Crypto karena Krisis Energi

Naufal Muhammad

22nd June, 2022

Pemerintah Iran dikabarkan mulai melarang penambangan atau mining crypto terutama Bitcoin karena krisis energi. 

Krisis energi ini terjadi karena persediaan energi di Iran semakin langka. Melihat kondisi ini pemerintah Iran pun memutuskan mengalokasikan energi untuk kebutuhan masyarakat dibandingkan untuk mining Bitcoin.

Pemerintah Iran akan meminta para penambang crypto untuk memberhentikan kegiatan mining pada 22 Juni 2022.   

Nantinya diperkirakan pemerintah Iran akan menutup sekitar 118 perusahaan mining crypto baik yang legal atau ilegal.

Sejatinya penambangan crypto yang ilegal telah berhasil ditutup oleh Iran sejak 2012. Biasanya, pemerintah akan menggunakan intel yang diberikan imbalan sekitar Rp10 Juta dalam Rial per laporan yang diberikan terhadap penambangan crypto ilegal. 

Hanya dari tahun lalu, Pemerintah Iran telah berhasil menyita sekitar 220 Ribu alat penambangan crypto dan menutup 6.000 usaha crypto.

Pemerintah Iran akan cepat menanggapi kondisi krisis energi ini dan mengingatkan kepada masyarakat bahwa kekurangan energi dan listrik akan terus memburuk beberapa hari ke depan. 

Crypto Masih Membantu Perekonomian

Perlu diingat bahwa industri penambangan crypto adalah industri yang legal sejak 2019 di Iran. Beberapa perusahaan juga telah diizinkan karena sudah mendapat izin resmi untuk mulai menambang crypto di Iran. 

Banyak perusahaan yang membuka usaha penambangan crypto di Iran karena memanfaatkan murahnya energi di negara tersebut. 

Data menunjukkan bahwa Iran menjadi salah satu negara terbesar dalam penambangan crypto terutama Bitcoin. 

Terlihat bahwa hingga Agustus 2021, sekitar 3% dari seluruh penambangan Bitcoin di dunia, terjadi di Iran. Sayangnya setelah mulai dilarang pemerintah, persentase tersebut turun hingga mencapai sekitar 0,12% di Tahun 2022. 

Iran Larang Mining Crypto karena Krisis Energi
Data Negara Penambang Bitcoin 2019 – 2022 dari Statista

Kenyataannya, walau mengambil banyak konsumsi energi, crypto memberi dampak yang positif terhadap perekonomian Iran. 

Seperti yang diketahui, Iran adalah salah satu negara yang disanksi oleh Amerika sehingga terbatas dalam perdagangan internasional. 

Mengingat transaksi internasional mayoritas menggunakan Dolar Amerika maka akses untuk Iran ikut serta menjadi terbatas. 

Hasilnya pendapatan negara Iran terus menurun dan jika kondisi ini terus terjadi maka negara Iran akan bangkrut. 

Oleh karena itu, Iran menggunakan crypto sebagai alat tukar untuk dapat melaksanakan transaksi internasional sehingga negaranya tetap memiliki pendapatan. 

Negara yang dituju juga adalah negara bukan sekutu sehingga jauh dari sanksi Amerika. Mengingat transaksi crypto bergerak secara terdesentralisasi tidak bisa dikendalikan satu negara, maka crypto menjadi alat yang tepat untuk Iran. 

Jadi bisa dilihat bahwa crypto memberi manfaat untuk perekonomian Iran, tapi sayangnya karena masih ada beberapa pihak di pemerintah yang tidak mendukung karena permasalahan energi, maka solusi ini belum bisa digunakan secara maksimal.

Kemungkinan kedepannya Iran akan menggunakan crypto lain yang lebih ramah lingkungan sehingga solusi crypto bisa tetap digunakan untuk membantu perekonomiannya tanpa memperparah krisis energi negaranya. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.