Industri Mining Bitcoin Bernilai Miliaran Dollar di Iran Kembali Hidup

Anisa Giovanny

3rd October, 2021

Industri penambangan Bitcoin miliaran dolar bisa dilanjutkan di Iran setelah larangan tiga bulan.

Pemerintah Iran akan mengizinkan penambang cryptocurrency berlisensi untuk melanjutkan operasi menyusul larangan tiga bulan yang diberlakukan oleh mantan Presiden Hassan Rouhani pada 26 Mei 2021.

Larangan awal diberlakukan karena kekhawatiran atas stabilitas jaringan listrik negara yang tidak dapat diandalkan.

Negara timur tengah mengalami pemadaman listrik yang meluas di musim panas, yang oleh mantan Presiden Rouhani dikaitkan dengan panas yang ekstrem. Pada beberapa hari, panasnya mencapai 120 derajat Fahrenheit, atau hampir 49 derajat Celcius

Mengingat pemadaman listrik dan kekurangan air, Rouhani memutuskan untuk melarang penambangan crypto selama panas untuk memastikan warga  agar AC mereka tetap menyala.

Walau keputusan ini juga menimbulkan keraguan tentang seberapa banyak daya yang digunakan industri mining di industri tersebut sampai harus dilarang selama musim panas.  

Dengan panas mereda dan Ebrahim Raisi menjabat sebagai presiden pada 3 Agustus 2021, larangan penambangan kripto telah dicabut.

Diperkirakan 4,5% hingga 7% dari penambangan cryptocurrency dunia dilakukan di Iran. Mungkin tidak mengejutkan bahwa Iran menawarkan beberapa harga listrik termurah di dunia berkat sumber bahan bakar fosil yang melimpah seperti gas alam.

Mining Bitcoin Cara Iran Hindari Sanksi Amerika?

Ada beberapa laporan yang menunjukkan bahwa negara tersebut menyukai penambangan Bitcoin sebagai cara untuk menghindari sanksi dari Amerika Serikat.

Iran saat ini menderita embargo yang hampir selesai oleh AS, yang berdampak negatif terhadap ekonomi negara.

Pada perkiraan tingkat penambangan saat ini di Iran, pendapatan diperkirakan oleh Elliptic melalui Reuters sekitar $1 miliar.

Terlepas dari larangan tersebut, penambangan bawah tanah dilaporkan berlanjut dan pada hari Rabu tersiar kabar bahwa Ali Sahraee, direktur Bursa Efek Teheran (TSE), telah mengundurkan diri setelah media yang dikelola pemerintah melaporkan bahwa penambangan cryptocurrency berlangsung di bursa selama larangan tersebut.

Pimpinan TSE pertama-tama menyangkal keberadaan operasi penambangan, tetapi kemudian wakil direktur eksekutif Beheshti-Sarsht mengakui bahwa TSE harus bertanggung jawab atas operasi tersebut.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency