Berita Altcoins · 8 min read

IOTA Secara Resmi Luncurkan Smart Contract

Senin, 25 Oktober 2021
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Setelah perencanaan panjang, IOTA secara resmi memiliki kemampuan smart contract versi beta untuk menghindari kekurangan dari platform lain serta fungsionalitas yang bebas biaya transaksi.

Dalam langkah yang menarik, smart contract versi beta juga memungkinkan adanya interoperabilitas antara token IOTA dan erc-20, karena terdapat Mesin Virtual Ethereum (EVM) di sana. 

Pembaruan ini akan memberdayakan pengembang untuk mengendalikan biaya pelaksanaan smart contract IOTA mereka sendiri. Selain itu, smart contract IOTA versi beta dapat diuji pada IOTA 2.0 DevNet.

Penjelasan Lebih Lanjut

Smart contracts versi beta yang ada di jaringan IOTA ini adalah inovasi pertama yang memungkinkan pengguna membuat serta menjalankan smart contracts khusus pada suatu jaringan tanpa biaya.

Coin Rivet berbicara dengan salah satu pendiri sekaligus CEO dari IOTA Foundation, Dominik Schiener, tentang pembaruan smart contracts tersebut dan apa artinya bagi platform.

“Kami percaya bahwa sebagian besar kemitraan kami dengan entitas multinasional, lembaga pemerintah, serta minat yang kami terima dari perusahaan rintisan, UKM, dan operator crypto dApp disebabkan oleh fakta bahwa IOTA tidak memiliki biaya,” Jelasnya.

Schiener kemudian menambahkan, jika biaya dan volatilitas adalah beban dan penghambat terbesar yang ia temui dalam model bisnis. Dengan inovasi smart contracts yang tidak ada biaya ini, sang CEO mengharapkan IOTA bisa semakin populer di dunia bisnis. 

Selain itu, smart contracts IOTA dapat ditulis dalam soliditas (bahasa pemrograman Ether) yang berlabuh dalam bahasa pemrograman IOTA.

Sebagian orang mengatakan IOTA cukup terlambat menerapkan smart contracts, jika dibandingkan dengan platform seperti Ethereum.

Namun, CEO IOTA ungkap memiliki perspektif yang berbeda tentang masalah ini. Ia mengatakan bahwa organisasi nirlaba telah membangun solusi smart contracts yang mengatasi kelemahan chain kompetitif-nya. 

Misalnya, koin ADA yang tampaknya menghadapi throughput smart contracts yang terbatas, tawaran IOTA hampir skalabilitas tanpa batas.

Dia juga menggambarkan, kurangnya biaya platform sebagai keunggulan kompetitif utama.

Apa Selanjutnya untuk IOTA?

Meskipun sedikit tertinggal, CEO mengungkapkan bahwa akan ada inisiatif besar yang sudah disiapkan dan siap ditujukan untuk para penggemar.

“Meskipun kami baru meluncurkan versi beta hari ini, kami menyadari bahwa sudah ada beberapa proyek komunitas, operator DEX dan DeFi yang mengembangkan solusi di IOTA Smart Contracts. Dengan kompatibilitas EVM penuh, kami dapat mengandalkan alat yang sudah ada sebelumnya dan ekosistem yang luas, sehingga sangat mudah bagi siapa saja untuk menjalankan dApps berbasis ETH yang ada di IOTA.” Jelas sang CEO

Sebelumnnya dalam ledakan ICO tahun 2017, IOTA dikabarkan lahir untuk memfasilitasi Internet of Things, yang akan menyematkan objek fisik ke dunia digital dan internet.

Namun sayangnya, orang-orang dengan cepat kehilangan minat pada token tersebut sepanjang 2018.

Awal tahun ini, Schiener memutuskan untuk menemukan kembali IOTA, sang CEO menolak untuk menyerah pada proyek dengan memperkenalkan inovasi terbesarnya.

Sejauh ini, harga IOTA memang masih jauh sebelum kembali ke kejayaannya. Namun, token tersebut dipilih oleh Komisi Eropa bulan lalu, untuk berpartisipasi dalam proyek infrastruktur blockchain, yang dapat memberikan ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut.

Di masa depan, IOTA akan fokus untuk mendorong pengembangan dApp dan pertumbuhan ekosistem melalui pembiayaan proyek.

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Rossetti Syarief

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.