Berita Blockchain · 8 min read

Identitas Warga China Bakal Diverifikasi Pakai Blockchain

Rabu, 13 Desember 2023
Blockchain China
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Jaringan Layanan Berbasis Blockchain (BSN), inisiatif blockchain tingkat nasional China, mengungkapkan rencana mereka menggunakan teknologi blockchain untuk memverifikasi identitas nama asli warga negara China yang kurang lebih berjumlah 1,4 miliar orang. 

Inisiatif verifikasi itu dinamakan RealDID. BSN menyebut RealDID sebagai sistem identitas terdesentralisasi dengan nama asli tingkat nasional pertama di dunia.

BSN China dioperasikan oleh Pusat Informasi Nasional, China Mobile, dan China UnionPay, dengan BSN Global mengelola operasi internasional secara terpisah.

Sistem tersebut akan memungkinkan pengguna untuk mendaftar dan masuk ke situs sambil menjaga anonimitas mereka melalui penggunaan alamat Pengenal Terdesentralisasi (DID) dan kunci pribadi.

Tujuan utama RealDID adalah untuk memastikan bahwa informasi pribadi tetap terpisah dari data dan transaksi bisnis, sehingga meningkatkan keamanan dan privasi di dunia digital.

Sementara itu, kewajiban peggunaan identitas asli ini telah diterapkan oleh patform media sosial di China seperti WeChat, Sina, Weibo, Douyin, Kuaishou, Bilibili, dan Xiaohongshu. Mereka mengimbau pengguna yang memiliki lebih dari 500.000 atau 1 juta pengikut untuk menggunakan nama asli mereka.

Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kredibilitas dan memungkikan pengawasan bagi konten online. Penerapan RealIDID akan membuat sistem pengawasan ini semakin matang dan canggih dalam melakukan verifikasi di era digital. 

Baca juga: China Uji Coba Yuan Digital dengan Bank Swasta Global

RealIDID Timbulkan Kekhawatiran Privasi Data

Di sisi lain, meskipun inisiatif RealDID sangat menjanjikan dalam hal meningkatkan keamanan online dan privasi data, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pendukung privasi data. Penggunaan teknologi blockchain untuk verifikasi identitas, terutama di tingkat nasional, menimbulkan pertanyaan mengenai potensi pengawasan massal dan kontrol pemerintah terhadap aktivitas online individu.

Baca juga: Perang Teknologi Artificial Intelligence antara AS dan China Makin Sengit, Siapa Menang?

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Anisa Giovanny

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.