Harga GPU Turun 57% Sejak Januari! Ini Penyebabnya

Naufal Muhammad

4th July, 2022

Data memperlihatkan bahwa harga GPU atau Graphics Processing Unit  pada komputer mengalami penurunan drastis sejak Januari 2022. 

Penurunan ini terjadi bersama beberapa operasional penambangan crypto yang mengalami penurunan dalam keuntungan salah satunya adalah Ethereum (ETH). 

Harga GPU Turun Sejak Januari 2022

Data dari perusahaan ritel perdagangan teknologi bernama Tom’s Hardware memperlihatkan bahwa harga kartu grafis yang didalamnya terdapat GPU, mengalami penurunan drastis sejak Juni 2022 sebesar 14%. 

Kondisi ini sangat berbalik dengan apa yang terjadi pada Tahun 2020 dimana harga GPU dan kartu grafis mengalami peningkatan drastis akibat permintaan yang tinggi namun persediaan yang terbatas. 

Peningkatan permintaan tersebut terus meningkat di Tahun 2021 saat penambangan Ethereum menjadi semakin menarik terutama akibat bull run yang dialami crypto. 

Hasilnya harga GPU dan kartu grafis secara menyeluruh mengalami peningkatan drastis bahkan mencapai dua hingga tiga kali lipat untuk produk-produk dari perusahaan besar seperti Nvidia dan AMD. 

Sayangnya di Tahun 2022, dengan turunnya harga mayoritas crypto, kegiatan penambangan tersebut semakin tidak menarik, karena keuntungannya yang menurun. 

Kondisi tersebut menyebabkan adalah penurunan kembali harga GPU, dimana sejak Januari 2022, harga GPU turun sekitar 57% menurut data dari Tom’s Hardware yang diambil dari beberapa tempat perdagangan besar seperti eBay. 

Harga GPU Turun 57% Sejak Januari! Ini Penyebabnya
Daftar Harga GPU Global

Bahkan, GPU di tempat perdagangan daring atau online seperti eBay memperlihatkan penurunan yang lebih drastis dibanding toko perangkat keras fisik ritel yang ada, terutama di Amerika. 

Penurunan harga yang lebih drastis di toko daring ini disebabkan oleh banyaknya penambang Ethereum yang menjual alat penambangnya secara daring sekaligus menjual GPU yang digunakan namun dengan harga yang lebih murah. 

Keuntungan Penambang Ethereum Turun

Terdapat beberapa penyebab mengapa keuntungan menambang Ethereum mengalami penurunan hingga saat ini. 

Pertama adalah harga Ethereum yang sedang mengalami penurunan drastis bersama dengan mayoritas pasar crypto yang sedang bergerak turun. 

Para penambang bergantung pada nilai fiat dari Ethereum untuk membayar seluruh biaya operasional yang harus dibayar dengan fiat. 

Sehingga jika mengalami penurunan, maka keuntungan dari penambang juga turun, karena walau ETH yang didapatkan lebih banyak, nilai fiatnya masih terus turun. 

Hanya dalam Tahun 2022 saja, Ethereum sudah kehilangan sekitar 77% dari nilai Dolar Amerika yang membuat insentif untuk menjadi penambang semakin turun. 

Harga GPU Turun 57% Sejak Januari! Ini Penyebabnya
Harga ETHUSD Turun Drastis

Penyebab kedua adalah meningkatnya biaya listrik di seluruh dunia yang membuat biaya penambangan semakin lebih mahal. 

Bersama keuntungan yang menurun dan biaya yang meningkat, maka insentif untuk menambang Ethereum akan semakin lebih kecil, terutama untuk penambang ritel yang hanya mengincar keuntungan jangka pendek. 

Penyebab terakhir adalah potensi transisi dari sistem Proof of Work ke Proof of Stake untuk Blockchain Ethereum. 

Adanya potensi transisi yang akan terjadi pada Tahun ini membuat penambangan ETH memiliki masa tenggat waktu, terutama dengan adanya mekanisme yang akan mempersulit penambang yang mau menetap di jaringan Proof of Work. 

Nantinya jaringan Proof of Stake tidak akan membutuhkan penambang karena memiliki sistem yang beda dengan Proof of Work. 

Jadi akan banyak penambang yang mematikan alat penambangnya karena tidak akan sempat untuk balik modal dan jika masih menyalakannya sekarang justru tidak menguntungkan karena dua faktor sebelumnya. 

Akibat faktor-faktor penyebab ini, maka wajar jika harga GPU turun, karena sebelumnya pusat penggunaan GPU adalah pada para penambang Ethereum. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.