Ethereum 2.0 Dapat Menormalisasi Pasar GPU, Ini Alasan Nvidia

Naufal Muhammad

27th May, 2021

Pembaruan Ethereum yang dikenal dengan Ethereum 2.0 diprediksi Nvidia akan kembali menormalisasi pasar Grapichs Processing Unit atau GPU.

Prediksi tersebut disampaikan oleh perusahaanNvidia, salah satu produsen dan penjual GPU yang nampaknya kewalahan.

Kewalahan ini terjadi akibat permintaan dari para penambang crypto beberapa bulan terakhir.

Peningkatan Pendapatan Nvidia dari Penambang Crypto

Pada Hari Rabu, 27 Mei 2021, Nvidia mempublikasi laporan keuangannya untuk kuartal pertama dan memperlihatkan peningkatan dalam pendapatan.

Dikabarkan pendapatannya mengalami apresiasi sekitar 84% secara tahunan dengan pendapatannya yang menyentuh $5,66 Miliar atau Rp81 Triliun.

Perusahaan menyatakan bahwa sekitar 48,76% pendapatan tersebut berasal dari permintaan GPU oleh para penambang crypto.

Baca juga: Nvidia Digugat Karena Menyamarkan $1Miliar di ‘Fickle’ Crypto Mining Sales sebagai Pendapatan Gaming

Kepala Bidang Keuangan atau CFO Nvidia menyatakan ia tidak mengetahui besar dampak penambang crypto terhadap pendapatannya. Ia menyatakan,

“Pendapatan dari sektor permainan (gaming) meningkat 106% dalam satu tahun yang didukung oleh penjualan GeForce GPU. Kami terus merasakan keuntungan dari penjualan GeForce Seri RTXTM 30, dan kami rasa ini berasal dari penambang crypto, walau jumlah nyatanya tidak kami ketahui.”

Dalam jangka panjang, perusahaan menandakan permintaan ini juga akan berfluktuasi bergantung pada pasar crypto, terutama akibat Ethereum 2.0.

Ethereum 2.0 Diprediksi Merubah Kondisi Permintaan

Nvidia sendiri menyatakan beberapa hal yang berpotensi merubah kembali kondisi permintaan terhadap GPU yang dijual, termasuk Ethereum 2.0. Perusahaan menyatakan,

“Perimtaan dan penggunaan GPU kami untuk crypto telah berfluktuasi dan kemungkinan akan terus berubah. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh perubahan dalam pasar crypto, dimana salah satunya adalah adanya Ethereum 2.0 yang dapat mengurangi permintaan terhadap GPU baru kami.”

Ditambah perusahaan menyatakan permintaan yang menurun terhadap GPU baru ini adalah akibat penjualan kembali GPU oleh pembeli awal atau resale.

Nvidia juga percaya bahwa dalam jangka panjang pendapatannya juga akan terus naik terutama menuju 2022 akibat penambang crypto.

Namun untuk saat ini nampaknya permintaan terhadap GPU baru akan mulai berkurang terutama dengan adanya Ethereum 2.0.

Menurut Nvidia hal ini disebabkan oleh Ethereum yang saat ini menggunakan sistem konsensus Proof of Work yang memakan daya perangkat keras tinggi.

Hal ini akan segera berubah dengan Ethereum 2.0 yang menggunakan Ethereum 2.0 yang memiliki sistem konsensus Proof of Stake dengan daya perangkat keras yang lebih rendah.

Pengaruh ini disebabkan data yang memperlihatkan banyaknya penambang Ethereum yang memberikan signifikansi terhadap pangsa pasar GPU Nvidia.

Baca juga: 5 VGA Terbaik Khusus Mining 2020 Bikin Hash Rate Ngebut

Beberapa pekan lalu, Nvidia juga mempublikasi pelarangannya terhadap pembelian GPU untuk penambang crypto, melihat permintaanya yang signifikan.

Menurut CFO Nvidia, para penambang tersebut menghasilkan sekitar $155 Miliar atau Rp2.218 Triliun untuk pendapatan perusahaan di April 2021.

Sehingga hal tersebut menjadi alasan pola pikir dan kemungkinan Ethereum 2.0 akan mengembalikan kondisi normal di pasar GPU mengingat besarnya Nvidia.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.