Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Harga Ethereum dan Reksadana Ethereum Berlawanan, Kok Bisa?

Naufal Muhammad     Wednesday, January 6 2021

Harga Ethereum dan Reksadana Ethereum Grayscale dikabarkan bergerak secara berlawanan dimana harga Ethereum naik tapi reksadananya turun. Mayoritas analis berspekulasi bahwa terdapat satu pihak yang menjadi penyebabnya, tapi siapa kah pihak tersebut?

Harga Ethereum dan Reksadana Ethereum Berlawanan

Jumlah kepemilikan Reksadana Ethereum Grayscale dikabarkan turun sekitar 50% beberapa hari ini bersama dengan harga Ethereum yang naik sekitar 75%. Reksadana Ethereum Grayscale atau ETHE mewakilkan 0.09620794 dari Ethereum yang saat ini berada di harga $13,80.

Jumlah kepemilikan ETHE Grayscale telah mengalami perubahan yang cukup signifikan dimana harganya juga mengalami fluktuasi yang tinggi. Dikabarkan bahwa harganya telah naik sekitar 500% dari $4,20 menjadi $25 dalam hanya tiga bulan.

Baca juga: Perusahaan Investasi Ini Kumpulkan 365 Ribu ETH dalam Sebulan, Apa Penyebabnya?

Sayangnya harganya kembali turun sekitar 50% menjadi sekitar $12 pada 5 Januari 2021. Pergerakan ini mencerminkan bahwa Reksadana juga akan memiliki fluktuasi yang sesuai dengan asetnya mengingat Ethereum yang memiliki fluktuasi cukup tinggi.

Tetapi yang membuat mayoritas pasar kebingungan adalah walau fluktuasinya sama, harganya bergerak berbeda. Hal ini disebabkan kedua pergerakan terlihat secara signifikan namun arahnya yang jauh berbeda.

Joshua Frank, CEO dari TheTie membuat penjelasan berdasarkan asumsinya mengenai perbedaan harga ini. Ia berargumen bahwa perbedaan harga ini disebabkan oleh investor institusional yang mengalami arbitrase.

Penyebab Perbedaan Harga

Arbitrase yang dimaksud adalah spekulasi bahwa investor institusional saat ini membeli Ethereum untuk menutup utang yang digunakan untuk membeli ETHE. Ia membuat argumen bahwa mayoritas investor institusional yang membeli Reksadana Ethereum menggunakan dana pinjaman.

Ia berasumsi bahwa pinjaman tersebut didapatkan dalam bentuk Ethereum melalui utang dengan bunga sebesar 8%. Kemudian Ethereum tersebut digunakan untuk membeli ETHE yang membuat kesempatan keuntungan mengingat kondisi hubungan kedua aset tersebut di akhir Desember.

Baca juga: Ethereum Tembus $1.000, Diduga Cerminan dari Bitcoin

Dengan periode lock-up atau batas waktu larangan penjualan kepemilikan reksadananya yang akan habis, Frank berargumen bahwa saat ini investor ETHE sedang melakukan penjualan. Kemudian uang tersebut digunakan untuk membeli Ethereum di pasar spot untuk mendapatkan keuntungan.

Frank berasumsi bahwa penjualan ETHE dan pembelian Ethereum tersebut dilakukan untuk menghasilkan keuntungan dan secara bersamaan menutup utangnya. Menurutnya hal ini yang menjadi penyebab perbedaan harga dari kedua aset tersebut.

Namun mengingat apresiasi Ethereum yang lebih besar dari depresiasi ETHE, terdapat beberapa sentimen lain yang membuat harga Ethereum naik. Salah satu sentimen tersebut adalah pengumuman pembentukan kontrak berjangka berbasis Ethereum oleh CME di Februari 2021 bersama ETH 2.0 yang terus maju.

Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini