Aset Kripto · 8 min read

Kripto Pekan Ini: Harga Bitcoin Turun dan Masalah Silvergate

Harga Bitcoin dan Silvergate

Pekan ini pasar kripto alami gejolak, Jumat pagi (3/3) Bitcoin harus turun 5,9% dalam waktu 20 menit ke angka US$22.302. Hal ini menyebabkan Rp3,8 triliun yang didomnasi posisi LONG dalam trading futures terlikuidasi. 

Penurunan harga Bitcoin pada Jumat (3/3). Sumber: TradingView

Tingginya uang yang hilang itu menunjukan bahwa mayoritas trader tidak menduga bahwa Bitcoin akan alami penurunan harga dalam waktu cepat.

Turunnya harga Bitcoin turut menyapu kapitalisasi pasarnya dengan anjlok 4,69%, dari US$452 miliar US$431 miliar. Kapitalisasi pasar kripto pun anjlok US$1.071 triliun menjadi US$1.021 triliun. 

Baca juga: Pasar Kripto Merah, Rp3,8 Triliun Terlikuidasi dalam 24 Jam!

Pada Sabtu (4/3) pukul 21.30 WIB harga Bitcoin belum alami kenaikan berarti dan berada di level US$23.360.

Imbas Kasus Silvergate?

Penurunan ini dikaitkan dengan masalah bank ramah kripto, Silvergate, yang menunda publikasi laporan keuangan tahunannya. Sekadar informasi, Silvergate menawarkan jaringan pembayaran yang digunakan secara luas yang memfasilitasi transfer dana waktu nyata antara perusahaan kripto. 

Silvergate mengumumkan pada hari Rabu (1/3), bahwa mereka akan menunda pengajuan 10-K tahunannya karena perlu menjawab permintaan dari auditor dan firma akuntansi independennya, serta “penyelidikan dan investigasi peraturan dan lainnya yang tertunda.” 

Bank tersebut mengisyaratkan pihaknya akan menghadapi kemungkinan pertanyaan dari regulator bank dan Departemen Kehakiman AS, dan kemampuannya untuk ” kelangsungan usahanya” selama 12 bulan ke depan mungkin akan terpengaruh.

Dilansir dari Cointelegraph, Kepala Riset dan Strategi Matrix Port, Markus Thielen meyakini penurunan harga Bitcoin ini terkait dengan masalah Silvergate tersebut.

“Penurunan ini disebabkan oleh kejatuhan terus-menerus dari Silvergate Bank, karena sekarang ada lebih banyak ketidakpastian tentang jalan on-and-off fiat. Selain itu, sekarang ada kekhawatiran industri yang lebih luas bahwa regulator AS mencoba memutuskan hubungan perbankan lebih lanjut antara perusahaan kripto dan bank yang diasuransikan oleh FDIC,” kata Thielen.

Hubungan antara penurunan pasar kripto dengan Silvergate ini juga diyakini oleh John Torro, Ketua Trading Independent Reserve.

Dikutip dari Bloomberg, ia menjelaskan, “Silvergate adalah salah satu penyedia perbankan dolar AS utama untuk industri kripto. Kekhawatiran likuiditas apa pun akan berdampak langsung pada kondisi pasar dan dapat memengaruhi akses dan ketersediaan beberapa dana klien.”

Penundaan laporan keuangan Silvergate itu membuat sejumlah perusahaan kripto mengurangi kerja sama dengan bank tersebut.  Coinbase, Circle, Paxos, Crypto.com, Bitstamp, Cboe Digital Markets, Galaxy Digital dan Gemini mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan transfer Automated Clearing House (ACH) dan operasi bisnis lainnya dengan Silvergate.

Dalam perdagangan reguler saham Silvergate pada Jumat (3/3) telah jatuh ke rekor terendah, di angka US$5,72, turun lebih dari 55% dalam seminggu terakhir dan turun lebih dari 97% dari harga tertingginya sepanjang masa pada November 2021.

Saham perusahaan kripto Microstrategy pun ikut kena imbas dengan turun 5,81% menjadi US$246,91. Salah satu pendirinya, Michael Saylor mengatakan Silvergate adalah bank yang pernah bekerja sama dengan FTX dam Alameda Research.

Sebelumnya, Silvergate melaporkan kerugian bersih US$1 miliar serta penurunan simpanan pelanggan sekitar US$14 miliar pada kuartal terakhir tahun 2022.

Kabar Terbaru Silvergate

Pada Sabtu (4/3) Silvergate Capital Corp (SI.N) mengatakan bahwa pihaknya membuat “keputusan berbasis risiko” untuk menghentikan Silvergate Exchange Network, jaringan pembayaran kriptonya, dua hari setelah bank yang berfokus pada aset digital tersebut menimbulkan keraguan tentang kelangsungan usahanya. 

“Efektif segera Silvergate Bank telah membuat keputusan berbasis risiko untuk menghentikan Silvergate Exchange Network (SEN). Semua layanan terkait deposit lainnya tetap beroperasi,” kata Silvergate dalam pernyataan yang dipublikasi di situs webnya.

Silvergate Exchange Network, salah satu penawaran bank yang paling populer, memungkinkan transfer sepanjang waktu antara investor dan pertukaran kripto, tidak seperti transfer bank tradisional, yang seringkali membutuhkan waktu berhari-hari untuk menyelesaikannya.

Baca juga: Pasar Kripto Kembali Loyo Setelah Rebound Tipis

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Anisa Giovanny

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.