Harga Bitcoin Rp516 Juta, Crypto Mulai Pulih?

Naufal Muhammad

25th January, 2022

Harga Bitcoin bergerak naik ke $36.000 atau Rp516 Juta setelah mengalami koreksi yang cukup dalam sejak akhir pekan lalu.

Pemulihan dari daerah $32.000 atau Rp459 Juta tersebut membuat banyak investor menganggap bahwa harga akan kembali naik. Tapi apakah benar?

Bitcoin Naik Membuat Harapan

Terlihat bahwa Bitcoin mulai bergerak naik membawa mayoritas crypto apresiasi sejenak setelah mengalami koreksi yang signifikan.

Pemulihan ini terlihat terjadi murni akibat banyaknya dorongan beli yang menganggap bahwa koreksi mulai selesai.

Pandangan pasar terpecah dengan memprediksi koreksi kembali menuju $28.000 atau Rp400 Juta dan prediksi Bitcoin akan naik.

Salah satu yang memprediksi pulihnya Bitcoin adalah analis dan pendiri dari Delphi Digital, Kelvin Kelly.

Menurutnya saat ini daerah yang baik untuk membeli adalah di sekitar $30.000 atau Rp430 Juta.

Di daerah harga tersebut terdapat pandangan teknikal yang positif menurut beberapa indikator yang disampaikan olehnya.

Grafik Mingguan BTCUSD

Data onchain juga mendukung potensi pergerakan ini dengan beberapa data menunjukkan bahwa harga wajar saat ini untuk Bitcoin berada di sekitar Rp400 Juta.  

Ia percaya bahwa dari harga tersebut Bitcoin dapat mengalami apresiasi hingga mencapai $70.000 atau Rp1 Miliar akibat perspektif pasar saat ini.

Terdapat pandangan lain dari analis keuangan bernama Tascha yang menyatakan bahwa keputusan Bank Sentral Amerika untuk meningkatkan suku bunga acuan kemungkinan tidak berdampak negatif.

Hal ini disebabkan cerminannya terhadap pergerakan aset berisiko pada Tahun 2006 hingga 2007 da Tahun 2015 dan 2018.

Pandangan ini juga disetujui oleh analis dari BlockTower Capital bernama Michael Bucella yang menyatakan bahwa saat ini crypto terutama Bitcoin masih dalam pergerakan apresiasi jangka panjang.

Crypto Potensial Menurut Pasar

Dalam pandangan positif ini, beberapa analis memiliki beberapa crypto yang menurutnya sangat potensial untuk dimiliki.

Pertama adalah Polygon (MATIC) yang saat ini sedang digemari oleh beberapa analis akibat meningkatnya pengguna jaringan.

Fenomena MATIC yang terus meningkat dalam penggunaannya adalah salah satunya karena fenomena Non Fungible Token atau NFT.

Saat ini transaksi terbesar di dunia NFT berasal dari Bursa OpenSea yang menggunakan Blockchain Polygon serta Ethereum.

Mengingat saat ini biaya transaksi pada Ethereum sangat tinggi, penggunaan Polygon menjadi meningkat yang membuat banyak orang percaya terhadap fundamental blockchainnya.

Selebihnya Polygon juga baru saja melakukan pembaruan untuk meningkatkan efisien blockchainnya terutama saat mengakomodir Ethereum.

Selain MATIC, Curve juga menjadi perhatian utama pasar akibat proyeknya yang sedang meningkat dalam pengguna.

Curve adalah salah satu proyek Decentralized Finance untuk menghasilkan keuntungan pasif melalui farming dan melakukan jual beli crypto tanpa broker.

Saat ini Curve merupakan proyek DeFi dengan jumlah uang terkunci terbesar dengan sekitar $16,9 Miliar terkunci, mengalahkan platform DeFi lainnya di seluruh blockchain.

Akibat kepercayaan yang besar ini, banyak investor yang tertarik kepada CRV sehingga kemungkinan besar token ini bisa pulih lebih cepat dibanding crypto lain.

Selain itu, salah satu analis dan influencer crypto global bernama Coin Bureau menyatakan bahwa sektor NFT juga akan terus meledak di 2022.

Beberapa pilihannya adalah MANA, SAND, dan AXS yang menurutnya akan terus berlanjut naik jika pasar crypto kembali pulih.

Selain itu saat ini pasar crypto juga mulai melihat kepada sektor Web 3.0 yang kemungkinan akan menjadi fenomena baru di dunia crypto.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.