Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Bitcoin · 5 min read

Harga Bitcoin alami reli mengesankan dengan naik 22,7% dalam sepekan terakhir. Puncaknya pada Selasa (24/10/2023), harga BTC menyentuh level tertingginya di tahun 2023 sebesar US$35.000.
Kenaikan harga BTC ini pun turut memberikan pergerakan positif pada beberapa perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan kripto, di antaranya adalah Grayscale, Microstrategy, dan Riot Platforms.
Saham Grayscale Bitcoin Trust (GBTC), hedge fund Bitcoin terbesar di dunia, telah meningkat 196% sejak awal tahun. Grayscale saat ini tengah berusaha untuk mengubah GBTC menjadi ETF Bitcoin spot.
Jika disetujui maka setiap saham atau dana produk ini bisa langsung ditukarkan dengan BTC. Harga saham GBTC saat artikel ini ditulis tengah diperdagangkan US$24,70, naik 4,51% dalam 24 jam terakhir.
Baca juga: ETF BlackRock Listing di Depositori, Harga Bitcoin Tembus US$35 Ribu
Selain Grayscale, saham MicroStrategy (MSTR) juga telah naik 161% year to date. Investasi perusahaan ini juga tercatat sedang mengalami profit usai Bitcoin lewati zona US$34.000.
MicroStrategy juga menjadi salah satu entitas pemilik Bitcoin terbanyak di dunia dengan kepemilikan 158.254 BTC. Harga saham MSTR saat artikel ini ditulis sedang diperdagangkan di angka US$377 naik 29,45% dalam 24 jam terakhir.
Baca juga: 7 Pemilik Bitcoin Terbanyak di Dunia
Riot Platforms adalah perusahaan penambangan mata uang kripto yang berbasis di Colorado yang secara mandiri menambang bitcoin serta menyediakan layanan lokasi bersama untuk perusahaan penambangan Bitcoin skala institusional dan infrastruktur penting lainnya untuk operasi terkait.
Saat ini saham Riot diperdagangkan di harga US$9,07 dengan kenaikan 9,02% dalam 24 jam terakhir. Saham Riot sendiri sudah naik 59,83% dalam setahun terakhir.
Sementara itu, saat ini kapitalisasi pasar kripto telah meningkat lebih dari 7,3% dalam 24 jam terakhir menjadi US$1,25 triliun, katalis di balik lonjakan ini dipercayai karena ETF Bitcoin spot BlackRock atau iShares yang telah terdaftar depositori. Hal tersebut menjadi sinyal bagus mengenai potensi persetujuan ETF BTC spot oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).
Baca juga: Market Cap Bitcoin Diproyeksi Bisa Sentuh US$1 Triliun Gara-gara Ini!
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.