Harga Bitcoin Diprediksi $300.000 Sebelum Tahun 2030!

Nabiila Putri Caesari

17th August, 2022

Pekan kedua Agustus 2022 memperlihatkan harga Bitcoin (BTC) mencapai level tertinggi dari yang diharapkan dalam jangka pendek. Harga yang bergerak positif ini pun turut memicu optimisme para analis dan trader yang meyakini jika aset kripto terbesar itu bisa alami peningkatan harga luar biasa sebelum 2030.

Prospek Bitcoin Jangka Panjang Terlihat Bagus

Salah satu tokoh terkemuka yang optimis dengan pergerakan harga Bitcoin adalah pendiri Skybridge Anthony Scaramucci. Dalam wawancaranya dengan CNBC, ia memperkirakan harga BTC mampu akan tumbuh dinilai $300.000 setara dengan 4,4 miliar Rupiah dalam enam tahun ke depan. Dengan prediksi tersebut, aset digital akan diperdagangkan setinggi ini pada tahun 2028.

Sebelumnya aset digital itu menyentuh angka $25.000 untuk pertama kalinya sejak bulan Juli, lalu sempat kembali turun sekitar $1k dan per 17 Agustus 2022 harga Bitcoin berada di level $24.000.

Bitcoin diprediksi Naik sebelum 2030
Grafik pergerakan Bitcoin. Sumber: TradingView.com

Anthony mengatakan bahwa, investor mungkin melihat kerugian sekarang tetapi akan berubah dalam jangka panjang, mengingat harga BTC saat ini masih memiliki perbedaan besar dari harga tertingginya sepanjang masa di angka $67,566.83.

“Semua orang adalah investor jangka panjang sampai mereka mengalami kerugian jangka pendek, tapi saya pikir jangka panjang, fundamentalnya cukup bagus.”

Sementara itu, Anthony menegaskan kembali, jika mengingat harga aset digital diperkirakan akan naik maka menjadi tidak penting apakah investor membeli aset dengan harga $20.000 atau $60.000. Pada akhirnya “ini tidak akan menjadi masalah“.

Penyebab Kenaikan Bitcoin

Ketika CEO Skybridge memberikan pandangan bullish terhadap BTC. Terdapat satu hal yang harus selalu tetap konstan dalam prospeknya, yaitu dengan membeli secara cepat berarti akan menghasilkan harga yang tinggi.

Anthony menjelaskan, bahwa akan ada peningkatan pada Lightning Network, peningkatan aplikasi di blockchain, serta kemudahan transaksi yang akan datang dari ini. Jadi diharapkan ada lebih banyak aktivitas komersial yang terjadi di bitcoin.

Baca juga: Didukung Lightning Network, Indonesia Bakal Punya ATM Bitcoin?!

Faktor lainnya adalah The Merge Ethereum yang akan datang, yang juga menjadi faktor kenaikan harga baru-baru ini. Selain itu, Anthony juga menunjukkan pada opsi BlackRock, karena mereka melihat lebih banyak minat pada crypto.

“Larry Fink (CEO Blackrock]) melihat permintaan institusional. Jika tidak, dia tidak akan menyiapkan produk tersebut dan bekerja sama dengan Coinbase,” kata CEO Skybridge.

Pasokan Terbatas Sebagai Aset Digital yang Langka

Sementara, Anthony mengingatkan kembali bahwa hanya ada 21 juta Bitcoin, dan ketika semakin banyak permintaan di tengah persediaan terbatas maka harga aset ini bisa jadi sangat mahal dan menjadikannya komoditas langka.

CEO tersebut juga menyarankan investor untuk menahan aset mereka daripada menjual setelah The Merge terjadi.

“Saya akan memperingatkan orang untuk tidak melakukan itu. Ini investasi jangka panjang yang bagus,” tutupnya saat diwawancarai CNBC.

Baca juga: Ethereum 2.0 Rilis Tanggal Peluncuran, Harga ETH Naik!

Nabiila Putri Caesari

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.