Harga Bitcoin Bisa Cetak Rekor Tertinggi Baru, Ini Pemicunya!

Rossetti Syarief

20th October, 2021

TradingView mencatat bahwa Bitcoin membuat rekor bulan ini dan berhasil menyentuh harga $63,497 atau setara dengan 895 juta rupiah.

Harga tersebut membuat Bitcoin menuju All Time High terbarunya, setelah sebelumnya pernah menyentuh harga $64,863 pada 14 April silam.

Alasan Dibalik Harga Bitcoin yang Mencetak Rekor Bulan Ini

Bitcoin dan sejumlah aset crypto lainnya terpantau menguat setelah ETF Bitcoin telah dijalankan oleh ProShares di bawah ticker “BITO” yang mulai berpindah tangan di New York Stock Exchange. 

Dana yang diperdagangkan tersebut mencatat rekor tertinggi untuk ETF dihari pertamanya, dengan mencatat lebih dari $1 miliar keuntungan di penghujung hari pembukaan pembukaan.

Menurut data dari TradingView, BITO menutup hari pada $41,94 dengan total 24,313 juta saham berpindah tangan, setara dengan volume hari pertama dengan lebih dari $1 miliar keuntungan.

Ini sangat menguntungkan, beberapa orang mungkin melihat daftar tersebut sebagai momen legitimasi untuk lingkup crypto, karena memudahkan ‘orang biasa’ dan investor institusional untuk mengakses Bitcoin pada infrastruktur keuangan yang telah teruji.

Peristiwa penting seperti itu lah yang menjadi faktor pendukung kuat dari Reli Bitcoin yang bertahan lama, setelah sebelumnya telah terbukti berumur pendek di masa lalu. 

Terlihat ingin mengikuti jejak, beberapa ETF Bitcoin lainnya dikabarkan sedang menunggu untuk menggaet pasar Amerika Serikat dalam beberapa minggu mendatang.

ETF Bitcoin Berjangka Memiliki Salah Satu Catatan Awal yang Paling Populer

Menurut situs agregator harga seperti CoinMarketCap, harga Bitcoin telah menembus titik tertinggi sepanjang masa. Namun pernyataan itu disanggah oleh bursa teratas seperti Binance dan Coinbase, yang mengatakan masih ada ruang untuk digunakan.

ETF Amerika Serikat pertama untuk bitcoin dimulai dengan cepat. Dengan lebih dari $625 juta volume perdagangan intra-hari, dana ProShares menempati peringkat sebagai salah satu peluncuran ETF paling populer dalam sejarah catatan ETF.com. 

Meski begitu, hampir semua perdagangan relatif kecil. Menurut Eric Balchunas, analis ETF senior di Bloomberg Intelligence, ada sebuah tanda yang menjelaskan jika sejauh ini pembelian dan penjualan sebagian besar berasal dari investor ritel.

Debutnya terjadi setelah ketua SEC, Gary Gensler, memberi isyarat selama musim panas bahwa pihak mereka terbuka untuk ETF yang terkait dengan Bitcoin berjangka CME Group.

Hal ini memungkinkan trader untuk melakukan perlindungan nilai atau bertaruh pada harga Bitcoin di kemudian hari. 

ETF kemudian diajukan berdasarkan Undang-Undang Perusahaan Investasi tahun 1940, yang menurut Gensler membantu memberikan perlindungan secara signifikan bagi para investor.

Gensler diketahui telah menerima ETF yang membeli crypto futures, bukan bitcoin aktual, karena derivatif tersebut telah diatur oleh Commodity Futures Trading Commission sejak akhir 2017. 

Ini juga secara taktik yang menghindari risiko dana yang harus menahan bitcoin aktual. 

Sementara perlindungan untuk aset digital telah menjadi lebih kuat dalam beberapa tahun terakhir, tidak jarang pertukaran kripto diretas, dan Gensler mengatakan bahwa menjaga aset pelanggan tetap aman adalah urusan SEC untuk meningkatkan perlindungan. 

Bitcoin berjangka, sebaliknya, adalah derivatif yang terkait dengan harga indeks. Dana tersebut tidak secara langsung menyimpan aset virtual.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik