Berita Exchange · 5 min read

FTX Bangkrut, Bisakah Kripto Investor FTX Kembali ? 

FTX Bangkrut, bisakah investor dapatkan dananya kembali?

FTX telah ajukan kebangkrutan dan menutup proses penarikan aset yang membuat kripto investor tertahan di sana. Apakah investor bisa mendapatkan kembali kriptonya di FTX? 

Menurut Profesor hukum dan pakar kebangkrutan St. John’s University, Anthony Sabino, pengguna FTX Trading mungkin harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan uang mereka kembali, sementara banyak yang mungkin tidak akan pernah mendapatkan kembali dananya, dilansir dari CBS MoneyWatch (11/17/2022). 

Menurutnya, kreditur FTX akan menjadi yang pertama menerima aset apa pun yang dianggap layak oleh hakim kebangkrutan untuk didistribusikan karena perusahaan berupaya melakukan restrukturisasi sebagai bagian dari pengajuan kebangkruran berdasarkan Undang-undang Kepailitan Amerika Serikat bab 11.

Di urutan kedua, investor di perusahaan FTX yang telah mengumpulkan modal ventura sekitar $2 miliar, dengan urutan ini maka investor retail FTX akan berada di antrean terakhir.

Meski urutan itu, tidak menguntungkan untuk sebagian investor, Sabino beraharap investor retail bisa mendapatkan pengembalian terbaik meski hanya sebagian dari uang yang awalnya mereka setorkan.

“Adapun aset yang dimiliki pelanggan di platform sekarang, mereka mungkin akan berkurang nilainya karena proses kebangkrutan FTX berjalan dengan sendirinya, ” katanya.

Baca juga: Daftar Perusahaan Kripto yang Terdampak Kasus FTX

Butuh Waktu Satu Dekade untuk Aset Kembali?

Pendapat lain soal pengembalian dana pengguna FTX juga datang dari Joshua Peck, seorang ahli risiko kripto ia memperkirakan kebangkrutan FTX akan memakan waktu satu dekade atau lebih dari sepuluh tahun untuk proses memilah aset apa yang tersisa dan siapa yang memilikinya. 

Peck memberikan contoh kasus pertukaran aset kripto Jepang Mt.Gox, yang dipaksa untuk mengajukan kebangkrutan setelah diretas pada tahun 2014, sebagai contoh bagaimana kasus semacam itu dapat diselesaikan di pengadilan.

Seorang wali kebangkrutan di Jepang mengatakan kepada mantan pengguna Mt.Gox bulan lalu bahwa mereka sekarang dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan penggantian dana.

“Kebangkrutan Mt. Gox adalah contoh di sini, itu dimulai pada 2014 dan masih berlangsung,” katanya. 

Mt.Gox mengajukan kebangkrutan berdasarkan undang-undang kepailitan AS bab 11 atau Chapter 11 yang juga digunakan oleh FTX. 

Sementara itu, mengutip dari CNN secara teori pelanggan FTX harus mendapatkan bagian dari sisa aset perusahaan di akhir proses kebangkrutan. Tapi sejauh ini, setidaknya, tidak jelas berapa banyak yang tersisa untuk dicairkan.

“Sejauh yang saya tahu, mereka memiliki dua aset – nilai niat baik pertukaran dan nilai koin FTT mereka,” kata Eric Snyder, kepala departemen kebangkrutan di firma hukum Wilk Auslander. (Nilai niat baik mengacu pada aset tidak berwujud seperti reputasi merek dan kekayaan intelektual serta koin FTT, token crypto yang dikeluarkan oleh FTX yang telah kehilangan lebih dari 90% nilainya selama seminggu terakhir.

Dalam kebangkrutan, Snyder menjelaskan, ada rumus yang cukup sederhana untuk mengetahui berapa banyak kreditur,  dalam hal ini, deposan FTX yang akan menerima. Menurutnya besar kemungkinan pengembaliannya akan sangat minimal. 

Dan Besikof, mitra di Loeb & Loeb yang berspesialisasi dalam kebangkrutan, mengatakan terlalu dini untuk mengatakan apakah pelanggan akan mendapatkan uang kembali.

“Yang bisa Anda lakukan hanyalah menebak (kapan itu terjadi) dan bagaimana pelanggan mendapatkan kembali uang mereka mungkin bergantung pada banyak hal yang berbeda, termasuk melalui entitas mana mereka menyimpan uang, berapa jumlah koin yang masih tersisa.”

Baca juga: FTX dan Alameda Research Bangkrut, Apa Selanjutnya?

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Anisa Giovanny

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.