Floki Inu Akan Dipajang di Burj Khalifa

Anisa Giovanny

3rd December, 2021

Kini koin meme menjadi bagian penting dari ruang cryptocurrency,  hal ini disebabkan karena investor yang menaruh perhatian lebih dan komunitas token yang solid.

Bukan hanya token meme namun token ini sudah mulai memperhatikan ekosistem keberlanjutan, salah satu token meme yang perlu diperhatikan perkembangannya adalah Floki Inu.

Token ini terinspirasi dari nama anjing Elon Musk, token ini direncanakan sebagai token utama untuk game metaverse Valhala.

Floki pun sedang melakukan promosi besar-besaran di berbagai negara, meme token ini akan dipromosikan di Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia yang berlokasi di Dubai, Uni Emirat Arab.

Floki Inu saat ini sedang mengerjakan  proyek-proyek lainnya,  seperti marketplace NFT bernama FlokiPlaces dan Floki Inuversity, platform pendidikan kontennya.

Sejauh ini, proyek tersebut telah mendapat dukungan dari tokoh populer seperti juara tinju dunia Tyson Fury. Floki Inu telah bermitra dengan beberapa klub sepak bola, termasuk Kerala Blasters, SSC Napoli, Cádiz CF dan FC Goa.

Proyek ini juga mendapat perhatian dari Elon Musk, salah satu orang yang menaruh perhatian di ruang cryptocurrency saat. Pada bulan September, Musk membagikan gambar hewan peliharaannya, Shiba Inu, di Twitter dan menambahkan keterangan ‘Floki telah tiba.’

FLOKI Melonjak Lebih Dari 14%

Selama 24 jam terakhir, nilai FLOKI telah naik lebih dari 14%, melampaui pasar cryptocurrency yang lebih luas.

FLOKI saat ini  diperdagangkan dikisaran angka $0,0001672 per koin. Nilai koin telah meningkat ratusan persen sejak diluncurkan pada Juli 2021.

Selain di Burj Khalifa, Floki Ini juga tengah menargetkan melakukan promosi di London, dengan branding yang ditampilkan di seluruh layanan transportasi di kota, tetapi iklan tersebut terbukti kontroversial dan menarik perhatian pengawas periklanan Inggris, Advertising Standards Authority (ASA).

Menurut sebuah laporan dari BBC pada hari Jumat, ASA mengatakan sedang “meninjau banyak iklan di sektor ini” untuk menilai apakah mereka melanggar aturan periklanan dalam kaitannya dengan jargon yang rumit dan informasi yang menyesatkan.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency