Berita Blockchain · 8 min read

Ikuti Tren RWA, Fidelity Ajukan Dana Tertokenisasi OnChain

Senin, 24 Maret 2025
fidelity
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Fidelity Investments, salah satu manajer aset terbesar di Amerika Serikat, resmi mengajukan dokumen untuk mendaftarkan reksa dana pasar uang yang ditokenisasi ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

Menurut dokumen yang diajukan pada Jumat (21/2/2025), Fidelity mengungkapkan rencana mereka untuk memperkenalkan kelas saham “OnChain” dari Fidelity Treasury Digital Fund (FYHXX), yang akan menggunakan teknologi blockchain sebagai agen transfer. Dana FYHXX sendiri berisi kas dan surat utang US Treasury, dan telah diluncurkan sejak akhir tahun lalu.

Kelas saham OnChain ini saat ini berjalan di atas jaringan Ethereum (ETH), namun Fidelity membuka kemungkinan untuk memperluas ke jaringan blockchain lainnya di masa depan. Jika disetujui oleh regulator, produk ini dijadwalkan mulai efektif pada 30 Mei 2025.

Dengan total dana yang dikelola (AUM) mencapai US$5,8 triliun, Fidelity menjadi pemain besar berikutnya yang masuk ke sektor tokenisasi US Treasury yang tengah berkembang pesat. Adapun, Fidelity sendiri saat ini merupakan salah satu penerbit terbesar ETF berbasis Bitcoin dan Ether spot di AS, dengan nilai aset masing-masing sebesar US$16,5 miliar untuk FBTC dan US$780 juta untuk FETH, menurut data dari SoSoValue.

Baca juga: Fidelity: Adopsi Bitcoin Skala Negara Jadi Kunci Pertumbuhan Kripto di 2025

Persaingan Pasar Tokenisasi AS

Langkah Fidelity ini menambah panjang daftar institusi keuangan besar yang mulai mengadopsi proses aset dunia yang ditokenisasi (RWA), seperti obligasi pemerintah, kredit, dan reksa dana. Proses tokenisasi ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi operasional serta memungkinkan penyelesaian transaksi yang lebih cepat dan berlangsung 24 jam tanpa batas waktu.

Ini mengikuti jejak sejumlah institusi besar lainnya yang lebih dulu meluncurkan produk serupa. BlackRock, melalui kemitraan dengan perusahaan aset digital Securitize, meluncurkan dana T-bill tokenisasi bernama BUIDL pada Maret 2025, dan kini memimpin pasar dengan aset mendekati US$1,5 miliar menurut data rwa.xyz.

Sementara itu, Franklin Templeton telah lebih dulu meluncurkan produk reksa dana pasar uang on-chain pertama pada 2021, dan kini telah mengumpulkan aset sebesar US$689 juta.

Top produk RWA di AS. Sumber: rwa.xyz

Secara keseluruhan, pasar tokenisasi surat utang pemerintah AS telah mencapai valuasi US$4,79 miliar, naik hampir 500% hanya dalam satu tahun terakhir, mencerminkan lonjakan minat terhadap integrasi antara teknologi blockchain dan keuangan tradisional.

Baca juga: BUIDL BlackRock Dominasi Tokenisasi Pasar RWA

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.