Berita Industri · 8 min read

BUIDL BlackRock Dominasi Tokenisasi Pasar RWA

Rabu, 08 Mei 2024
BUILD BENJI
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Blackrock’s USD Institutional Digital Liquidity, yang juga dikenal sebagai BUIDL, mengungguli aset ter-tokenisasi dari Franklin Templeton, BENJI yang merupakan tokenisasi aset dunia nyata (RWA) terbesar sebelum ada BUIDL.


BUIDL dari Blackrock kini telah melampaui semua penawaran tokenisasi lainnya yang didukung oleh catatan Treasury AS, karena pasokannya telah naik 36,5%, meningkat dari US$274 juta menjadi US$375 juta pada bulan April.

buidl rwa
Gambar: Aset ter-tokenisasi treasury AS. Sumber: RWA.xyz.

Di sisi lain, BENJI milik Franklin Templeton di bulan April menurut analis on-chain Tom Wan, hanya naik 2,1% dari US$360 juta menjadi US$368 juta.

Data onchain juga menunjukkan bahwa dana milik BlackRock ini hanya dimiliki oleh 13 alamat, dengan Ondo Finance memiliki 23,68% dari total pasokan, atau 90,43 juta token BUIDL.

Alamat yang tidak diberi label, menurut Arkham Intelligence mungkin terkait dengan Blackrock, mengendalikan 13,27% atau 50,67 juta token.

Untuk berpartisipasi dalam BUIDL melalui Securitize, penyedia aset tokenisasi dunia nyata, ada persyaratan investasi minimum sebesar US$5 juta.

Baca juga: Fitur Baru dari BUIDL BlackRock Buat Harga ONDO Naik!

BENJI Sudah Ada Sejak 2021

BENJI milik Franklin Templeton, yang juga dikenal sebagai FOBXX dirilis pada 2021, menjadikannya dana pertama terdaftar di AS yang memanfaatkan blockchain publik untuk meningkatkan pemrosesan transaksi dan pencatatan kepemilikan saham. Token BENJI, berdasarkan blockchain Stellar (XLM) dan Polygon (MATIC), secara unik mewakili dana saham.

Mayoritas token BENJI yang berjumlah 365,2 juta, berada di blockchain Stellar, sedangkan 2,1 juta berada di jaringan Polygon. BENJI dimiliki oleh 404 pemegang di Stellar, dan hanya dua pemilik yang mengendalikan pasokan Polygon. Akun BENJI berbasis Stellar terkemuka memegang 29,02% dari pasokannya. Akun Polygon teratas memegang 99,99% dari 2,1 juta yang diterbitkan.

Baca juga: Ondo Finance Pimpin Kapitalisasi Pasar Sektor Kripto RWA

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Ary Palguna

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.