Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Industri · 8 min read

Blackrock’s USD Institutional Digital Liquidity, yang juga dikenal sebagai BUIDL, mengungguli aset ter-tokenisasi dari Franklin Templeton, BENJI yang merupakan tokenisasi aset dunia nyata (RWA) terbesar sebelum ada BUIDL.
BUIDL dari Blackrock kini telah melampaui semua penawaran tokenisasi lainnya yang didukung oleh catatan Treasury AS, karena pasokannya telah naik 36,5%, meningkat dari US$274 juta menjadi US$375 juta pada bulan April.

Di sisi lain, BENJI milik Franklin Templeton di bulan April menurut analis on-chain Tom Wan, hanya naik 2,1% dari US$360 juta menjadi US$368 juta.
Data onchain juga menunjukkan bahwa dana milik BlackRock ini hanya dimiliki oleh 13 alamat, dengan Ondo Finance memiliki 23,68% dari total pasokan, atau 90,43 juta token BUIDL.
Alamat yang tidak diberi label, menurut Arkham Intelligence mungkin terkait dengan Blackrock, mengendalikan 13,27% atau 50,67 juta token.
Untuk berpartisipasi dalam BUIDL melalui Securitize, penyedia aset tokenisasi dunia nyata, ada persyaratan investasi minimum sebesar US$5 juta.
Baca juga: Fitur Baru dari BUIDL BlackRock Buat Harga ONDO Naik!
BENJI milik Franklin Templeton, yang juga dikenal sebagai FOBXX dirilis pada 2021, menjadikannya dana pertama terdaftar di AS yang memanfaatkan blockchain publik untuk meningkatkan pemrosesan transaksi dan pencatatan kepemilikan saham. Token BENJI, berdasarkan blockchain Stellar (XLM) dan Polygon (MATIC), secara unik mewakili dana saham.
Mayoritas token BENJI yang berjumlah 365,2 juta, berada di blockchain Stellar, sedangkan 2,1 juta berada di jaringan Polygon. BENJI dimiliki oleh 404 pemegang di Stellar, dan hanya dua pemilik yang mengendalikan pasokan Polygon. Akun BENJI berbasis Stellar terkemuka memegang 29,02% dari pasokannya. Akun Polygon teratas memegang 99,99% dari 2,1 juta yang diterbitkan.
Baca juga: Ondo Finance Pimpin Kapitalisasi Pasar Sektor Kripto RWA
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.