Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Ethereum Dapat Hadapi Breakout Paling Penting Sejak 2018

Wafa Hasnaghina     Monday, July 13 2020

Dari lima mata uang crypto teratas, Ethereum menjadi yang paling bullish selama beberapa minggu terakhir. Mata uang crypto ini semakin dekat pada level tertinggi lokal karena Bitcoin dan XRP menunjukkan tanda-tanda “kemacetan”.

Analis mengatakan, dengan aksi harga baru-baru ini, ETH kemungkinan bersiap menghadapi breakout besar-besaran. Salah satu trader mengatakan Ethereum akan segera menghadapi “breakout paling signifikan” sejak pasar bear berakhir pada awal 2018.

Ethereum Dapat Segera Hadapi Breakout Besar-besaran

Menurut seorang fund manager di ruang crypto, Ethereum dapat segera hadapi breakout yang sangat penting karena konsolidasi di bawah resistensi jangka panjang.

Jika resistensi diagonal dan garis hijau pecah, analis berharap akan ada “apresiasi eksplosif” karena lingkungan makro dan fundamental yang positif.

Kasus Bull yang Berkembang Pesat

Para analis memperkirakan analisis penting dari harga ETH ini muncul ketika jaringan Ethereum yang mendasarinya membuat perkembangan terhadap kasus-kasus fundamentalnya.

Meskipun Ethereum masih berada dalam perdagangan konsolidasi makro, jaringan blokchain keuangan desentralisasi (DeFi)nya ini mengalami peningkatan dalam penggunaan. Pertumbuhan di sektor ini telah menghasilkan metrik on-chain tertinggi pada Ethereum sejak bubble di tahun 2018.

Baca juga: Ethereum DeFi Pecahkan Rekor Juni 2020, Bagaimana dengan Kategori Lain?

Perusahaan analitik Blockchain, Santiment, misalnya, menemukan hal ini pada akhir bulan lalu:

“Metrik pertumbuhan jaringan ETH meningkat pesat sejak awal 2020 ini, menciptakan 237% lebih banyak alamat (dompet) daripada 1 Januari 2020 lalu. Alamat harian baru saja menembus di atas 100.000 lagi kemarin, dan tampaknya seolah-olah sedang berada dalam tren menuju level tertinggi 2020 di 116.000 alamat harian baru yang dibuat, yang dicapai pada 1 Juni 2020.”

Biaya ETH Masih Buat Kekhawatiran

Apa yang dapat mencegah aksi kenaikan harga adalah biaya transaksi tinggi.

Baca juga: Vitalik Buterin Si Pencipta Ethereum Tawarkan Solusi Scaling Transaksi ETH

Kepala pengembangan bisnis pada divisi berjangka Kraken, Kevin Beardsley, mengatakan mengenai biaya transaksi pada bulan Juni:

“Saya telah menghabiskan $ 14 dalam biaya gas ETH untuk mentransfer / mengunci $ 15 saya pada @CurveFinance dan saya mendapatkan biaya $ 0,079 ketika menerima rewards $ SNX mingguan. Saya akan mencapai titik impas hanya dalam 177 minggu penjualan! (tidak termasuk gas dalam menutup kontrak.”

Analis Qiao Wang, mantan eksekutif di Messari, mengatakan biaya tinggi ini membuat Ethereum rentan untuk “digulingkan”:

“Selama ETH 2.0 belum sepenuhnya diluncurkan, ada peluang yang jelas terlihat pada blockchain yang sangat scalable ini untuk melengserkan Ethereum. Pembayaran biaya transaksi $ 10 dan menunggu 15 detik dalam penyelesaian adalah UX yang buruk. “

Hal ini juga telah digaungkan oleh beberapa pendukung Ethereum, yang mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu berpuas diri dengan membiarkan biaya tinggi tetap ada.

Informasi ini disunting dan diolah kembali dari Newsbtc.com