Berita Altcoins · 5 min read

Ethereum, Blockchain Pertama dengan Transaksi $1 Triliun Setahun

Sabtu, 24 Oktober 2020
Highlight Image
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Munculnya ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi) di industri crypto mengakibatkan jaringan Ethereum (ETH), jaringan dasar DeFi, memproses lebih dari dua kali volume transaksi harian Bitcoin (BTC).

Menurut data dari platform aggregator pasar crypto Messari, transaksi rata-rata harian selama 30 hari terakhir pada jaringan Ethereum berada di kisaran $7 miliar. Jika tren ini terus berlanjut, Messari memprediksi Ethereum akan menjadi blockchain publik pertama yang memecahkan rekor transaksi sebesar $1 triliun hanya dalam satu tahun. 

Ryan Watkins, salah satu petinggi di Messari, mengatakan lonjakan besar volume transaksi Ethereum berkaitan juga dengan peningkatan volume stablecoin ERC-20. Ditambah juga transaksi Tether (USDT) yang sekarang ada di jaringan Ethereum.

Watkins juga menambahkan booming-nya platform likuiditas on-chain dari Decentralized Exchange (DEX) seperti Uniswap dan Curve menghasilkan lebih dari $20 miliar volume gabungan hanya pada bulan September.

Jika angka tersebut terus bertambah, bukan tidak mungkin Ethereum akan mencatatkan rekor baru dengan transaksi lebih dari $1 triliun hanya dalam satu tahun.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Anisa Giovanny

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.