ETF Bitcoin · 8 min read

ETF Bitcoin Spot AS Kini Kuasai Volume Trading Spot BTC Global

bitcoin etf
Coinvestasi Ads Promo Coinfest Asia 2025

Produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot berbasis Amerika Serikat kini mencatat porsi signifikan dalam volume perdagangan harian, seiring meningkatnya minat investor institusi terhadap aset kripto.

“Volume perdagangan spot Bitcoin melalui ETF berbasis AS telah menjadi salah satu sumber utama eksposur investor terhadap Bitcoin,” ujar Head of Research di CryptoQuant, Julio Moreno, dalam laporannya pada Kamis (28/8/2025).

ETF Bitcoin spot di AS secara rutin membukukan volume perdagangan harian di kisaran US$5 miliar hingga US$10 miliar pada hari aktif. Angka ini bahkan kerap melampaui sebagian besar exchange kripto global, mencerminkan lonjakan permintaan dari institusi.

Meski demikian, exchange kripto Binance tetap menjadi platform dengan volume perdagangan spot terbesar di dunia. Pada puncaknya, volume harian Bitcoin di Binance tercatat mencapai US$18 miliar.

Data CoinGlass mencatat, total volume perdagangan harian dari 11 ETF Bitcoin spot AS saat ini berada di kisaran US$2,77 miliar. Angka ini setara dengan 67% dari volume spot Bitcoin harian di Binance. Secara keseluruhan, total volume harian Binance untuk semua pasangan perdagangan mencapai US$22 miliar.

Baca juga: Bitcoin Dinilai Terlalu Murah, JPMorgan Pasang Target US$126.000 Akhir 2025

Adopsi Ethereum Masih Tertinggal

Berbeda dengan Bitcoin, perdagangan spot Ether (ETH) masih didominasi oleh Binance, diikuti oleh Crypto.com. ETF ETH sendiri baru berada di urutan keenam dengan pangsa hanya 4%, menandakan adopsi institusional terhadap Ethereum masih lebih lambat dibanding Bitcoin.

Kendati demikian, tren terbaru mulai menunjukkan arah berbeda. Dalam lima hari terakhir, ETF Ether mencatat arus masuk sepuluh kali lebih besar dibandingkan Bitcoin.

Sebagai perbandingan, selama empat hari perdagangan terakhir, arus masuk ke 11 ETF Bitcoin spot hanya mencapai US$571,6 juta. Dari jumlah tersebut, iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menyumbang hampir 40% atau sekitar US$223,3 juta. Perlambatan ini bertepatan dengan penurunan harga Bitcoin sekitar 2% sejak awal pekan, yang kini berada di level US$111.000.

Sebaliknya, ETF Ether menunjukkan performa lebih kuat dengan total arus masuk mencapai US$1,24 miliar, lebih dari dua kali lipat dana yang mengalir ke ETF Bitcoin pada periode sama. Adapun Sejak diluncurkan 13 bulan lalu, ETF Ether telah mencatat akumulasi arus masuk lebih dari US$4 miliar hanya pada bulan ini, atau sekitar 30% dari total aliran dana sejak produk tersebut pertama kali diperdagangkan.

Baca juga: Bitwise Prediksi Harga Bitcoin Tembus US$1,3 Juta di 2035

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo Coinfest Asia 2025
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.