Emas vs Bitcoin: Skandal Emas Palsu di China Buat Bitcoin Disorot!

Wafa Hasnaghina

1st July, 2020

Debat mengenai Bitcoin (BTC) versus emas riuh terdengar pada minggu ini karena terdapat laporan yang mengungkapkan adanya emas batangan palsu yang memicu sebuah skema korupsi hingga mencapai nilai $ 2,8 miliar.

Seperti yang dilaporkan media lokal Tiongkok, Caixin pada 29 Juni lalu melalui Nikkei, kesepakatan mengenai pinjaman antara lembaga keuangan Tiongkok dan Wuhan Kingold Jewelry, dengan emas sebagai jaminan, berantakan ketika diketahui emas yang ditawarkan merupakan emas yang disepuh dengan tembaga.

Skandal Emas Palsu di China

Menurut Caixin, setidaknya “beberapa” dari batangan emas yang berada dalam kesepakatan tersebut hanyalah tembaga, sedangkan pemberi pinjaman serius dalam memberikan dananya untuk dijadikan pinjaman.

“Hal tersebut menelantarkan pemberi pinjaman dengan hanya memegang tas-tas kosong dengan sisa pinjaman 16 miliar Yuan yang beredar terhadap emas batang palsu itu,” lapornya.

Peristiwa ini hanyalah salah satu dari beberapa kasus terbaru yang melibatkan emas palsu untuk mengelabui entitas-entitas terkenal. Sebelumnya, berdasarkan laporan dari Cointelegraph, terdapat dugaan adanya cadangan emas di bank-bank sentral utama yang sebenarnya juga merupakan campuran dengan logam lain.

Kepada pendukung Bitcoin, masalah otentikasi emas membentuk argumen utama terhadap investasi atau kepemilikan logam mulia.

Baca juga: Bitcoin jadi Emas Digital, Bener Gak Sih?

Emas vs Bitcoin

Sebuah survei yang dilakukan oleh analis Mati Greenspan mengungkapkan, Bitcoin sejauh ini merupakan pilihan paling populer dalam investasi. Empat puluh dua persen dari lebih 2.300 responden memilihnya, sementara emas di tempat kedua.

Untuk pecinta emas seperti Peter Schiff, temuan ini menjabarkan lebih banyak mengenai mentalitas investor Bitcoin daripada integritas emas.

“Ini hanya menunjukkan seberapa delusional pecinta #Bitcoin,” komentarnya di Twitter.

“Mengingat seberapa jauh Bitcoin lebih lanjut dari rekor tertingginya relatif terhadap Dow Jones atau #gold, mereka masih berharap membuat nilai tertinggi barunya lebih dulu. Harapan tidak akan pernah menjadi strategi investasi yang baik.”

Bitcoin Tidak Dapat Dipalsukan

Perspektif Schiff bukanlah hal yang baru, tetapi pasang surut perdebatannya dengan Bitcoin belum juga meyakinkan para pendukung emas untuk percaya pada Bitcoin sejauh ini.

Pekan lalu, pembawa acara RT Max Keizer mengklaim dengan kepastian 100% bahwa Schiff akan melakukan “pembelian besar” setelah BTC / USD mencapai harga $ 50.000.

Merangkum perdebatan emas versus Bitcoin sehubungan dengan skandal Wuhan Kingold, di lain sisi, CEO Parallax Digital Robert Breedlove mengisyaratkan bahwa pilihan tersebut pada akhirnya akan jelas bagi pasar.

“#Bitcoin lebih mudah dibagi, tahan lama, portabel, dapat dikenali (yang mencakup kelayakan verifikasi), dan lebih langka daripada emas. Bitcoin juga lebih murah dalam pemeliharaan dan tidak terlalu rentan terhadap pencurian,” tulisnya.

“Aku ingin tahu yang mana pasar bebas akan pilih?”

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini