Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Ekspansi Blockchain di Tiongkok Akan Terus Berlanjut

febrian surya     Thursday, January 2 2020

Dikutip dari Reuters, Tiongkok sedang merencanakan uji coba blockchain untuk platform pembiayaan lintas batas.

Hal ini diungkapkan oleh sosok senior yang saat ini bekerja di kantor regulator pertukaran mata uang asing Tiongkok mengklaim bahwa negaranya akan mencari tahu lebih jauh lagi terkait area atau sektor lainnya, di mana platform blockchain bisa digunakan.

Pada kesempatan lain di sebuah forum di Beijing, Lu Lei, kepala deputi Administrasi Negara untuk Pertukaran Mata Uang Asing, mengatakan bahwa Tiongkok akan “ secara bertahap melakukan ekspansi untuk uji coba dan pengaplikasian dari teknologi blockchain di platform pembiayaan lintas batas dan macro prudential management (untuk mencegah terjadinya risiko keuangan).”

Secara khusus, Tiongkok bertujuan mempercepat integrasi dari fintech dan pertukaran mata uang asing melalui sistem blockchain. Untuk melakukan hal tersebut, akan diterbitkan sebuah studi komprehensif.

Lu Lei menjelaskan bahwa studi tersebut akan fokus pada “pembentukan kembali pertukaran mata uang asing untuk kesepakatan dengan cryptocurrency” dan mengetahui lebih jauh “kontruksi dari regulasi pertukaran mata uang asing dan sistem teknologi yang berada di bawah situasi yang baru.”

Ekspansi Blockchain di Tiongkok Sudah Mencakup 19 dari 23 Provinsi

Baru bulan lalu, GlobalTimes melaporkan bahwa pemerintah Tiongkok telah melakukan ekspansi uji coba blockchain mereka di 19 dari 23 provinsi.

Sejak peluncuran di bulan Maret, platform blockchain pembiayaan lintas batas telah memproses 6.370 transaksi dan memberikan $ 6,8 miliar dalam bentuk pinjaman ke lebih dari 1.262 perusahaan. Seperti yang dicatat oleh Decrypt bulan lalu, mayoritas dari klien ini adalah perusahaan berskala kecil dan menengah.

Dilaporkan pemanfaatan blockchain ini juga membantu perusahaan untuk mengurangi dan memangkas waktu proses dari 2 hari menjadi 15 menit saja, dan mengurangi penggunaan kertas dan menghindari terjadinya kecurangan.

Analis blockchain, Cao Yin mengatakan kepada GlobalTimes bahwa proses keuangan tradisional “meninggalkan banyak ruang untuk aksi kecurangan” dan “membutuhkan banyak tenaga kerja untuk melakukan verifikasi dan otentikasi informasi.

Cao Yin juga menambahkan: “Tetapi sepertinya sistem blockchain menjanjikan sebuah sistem terdesentralisasi dan pelacakan yang terenkripsi dari setiap arus modal atau aset, yang meninggalkan sedikit potensi untuk tidak ada ruang bagi mediasi.

Sejak Presiden Tiongkok, Xi Jinping memberikan pujian terhadap teknologi blockchain pada sebuah pidato di awal tahun 2019, negara Tiongkok telah merangkul teknologi  dengan sejumlah inisiatif, yang mana uji coba platform pembiayaan lintas batas hanyalah salah satu dari contohnya. Bulan lalu, pemerintah Tiongkok telah mengatur sebuah komite standar nasional untuk teknologi blockchain, ini menjadi bagian dari dukungan dan dorongan dari pemerintah Tiongkok untuk menjadi negara yang dominan dalam sektor blockchain.

Sumber