DOGE Ungkap Ingin Menjadi Alat Pembayaran di Platform NFT

Rossetti Syarief

1st October, 2021

Salah satu pendiri Dogecoin (DOGE), Billy Markus, secara gamblang mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan DOGE menjadi salah satu alat pembayaran di platform NFT berbasis Ethereum, OpenSea.

Pernyataan itu ia tuangkan dalam sebuah cuitannya di Twitter pada 30 September kemarin.

Markus menyinggung akan pentingnya menyelesaikan jembatan antara Ethereum dan Dogecoin untuk mengintegrasikannya sebagai alat pembayaran di platform NFT tersebut.

Menurut pernyataan Markus, terdapat permintaan yang tinggi untuk membeli NFT dalam komunitas crypto, hal itu memungkinkan pembelian NFT dengan DOGE bisa sangat meningkatkan utilitasnya.

Disisi lain, jembatan antara ETH dan DOGE yang sedang dikembangkan, akan memungkinkan pengguna untuk mengirim DOGE dari Blockchain DOGE sampai ke Blockchain milik ETH.

Pengguna juga bisa bertransaksi dengan aset di sektor-sektor seperti keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan NFT melalui smart contract versi ERC-20 milik DOGE.

Jembatan tersebut nantinya juga akan memberikan utilitas tambahan untuk DOGE, karena dapat memberikan alternatif yang menyenangkan untuk ETH yang sedang mendominasi pembayaran NFT. 

Hal tersebut masuk sebagai pertimbangan meningkatnya tingkat transaksi dan penggunaan, melalui sirkulasi di berbagai protokol DeFi di Ethereum.

Dalam sebuah wawancara dengan podcaster Lex Fridman pada tanggal 4 Juni silam, salah satu pendiri Ethereum dan investor DOGE, Vitalik Buterin, pernah menjelaskan bahwa ada potensi bullish yang dapat dimiliki jembatan Ethereum untuk DOGE.

“Jika DOGE ingin menjembatani ke Ethereum, dan kemudian orang dapat memperdagangkan DOGE ribuan kali per-detik di dalam circle circle tertentu, maka itu akan luar biasa.” Ungkap Vitalik Buterin.

Sementara jika di utas dari cuitan Markus di Twitter, ia pernah ditanya apakah jembatan itu sedang dalam pengerjaan?

Dan Markus menjawab bahwa ada banyak orang yang sedang mengerjakan jembatan antara ETH ke DOGE, tanpa menyebutkan namanya.

Dan saat ini, organisasi seperti DogeLabs tengah kolaborasi dengan pengembang yang berfokus pada rantai Dogecoin. 

DogeLabs sendiri yang mengumumkannya secara resmi pada 18 Juni silam.

DogeLabs menyatakan bahwa mereka sedang mencari pengembangan burn wallet milik DOGE.

Yang mana nantinya, pengembang dapat membangun aplikasi yang mengirim sebagian kecil DOGE ke burn wallet publik untuk membantu membangun mode deflasi di sekitar pertumbuhan inflasi DOGE.

Markus sendiri sudah resmi mengundurkan diri dari mengerjakan Dogecoin pada tahun 2015. 

Ia menjual sisa simpanannya pada Honda Civic bekas, namun salah satu pendirinya ternyata adalah anggota dewan penasehat yayasan Dogecoin.

Menurut laporan dari Cointelegraph, pada 2 September lalu Dogecoin Foundation menuntut proyek Dogecoin 2.0 lalu mengubah namanya.

Kemudian mereka menyewa pengacara perlindungan merek untuk menghubungi pengembang tiruan dalam upaya melindungi komunitas Dogecoin.

Dogecoin Foundation ingin asetnya agar tidak disesatkan serta untuk melindungi nama Dogecoin dari kemungkinan penyalahgunaan.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik