Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

DeFi Dorong Pertumbuhan Mata Uang Digital Bank Sentral

anisa giovanny     Sunday, October 11 2020

DeFi telah menjadi sorotan di dunia blokchain dan crypto tahun ini. Inovator fintech merancang ekosistem yang terbuka, tanpa izin, tanpa batas, murah dan tidak memiliki otoritas pusat. Ini adalah sesuatu yang belum terjadi sebelumnya, dan ini berlawanan dengan dengan sistem keuangan yang dibangun oleh Rothschild dan J.P. Morgan di mana pemerintah dan bank sentral yang telah beroperasi selama lebih dari satu abad. Pemerintah menegakkan perbatasan dan bankir mengenakan biaya mahal, dan keterlibatan mereka memerlukan intervensi pihak ketiga.

Baca juga: Apa Itu DeFi ? (Pahami DeFi dalam Waktu 3 Menit!)

Menanggapi perubahan dan perbedaan ini, otoritas pusat pun tengah mengeksplorasi cara memanfaatkan manfaat besar dari uang berbasis blockchain. Solusi mereka sejauh ini adalah  menghadirkan mata uang digital bank sentral atau CBDC. Meskipun DeFi masih baru tetapi kali ini bank sentral-pemerintah nasional tampaknya menaruh perhatian lebih pada hal ini, sebab sangat dimungkinkan jika keuangan terdesentralisasi bisa menggantikan sistem keuangan yang sudah ada saat ini.

Desentralisasi uang mengganggu karena menempatkan kekuasaan dan pilihan di tangan individu, dan jauh dari entitas sentral yang monopolistik. Diperkirakan 24%  persen uang adalah uang tunai. Uang tunai mahal untuk diproduksi, disimpan, didistribusikan, dan dijaga. Sebagian besar suplai uang sudah elektronik dan tidak dapat dihindari bahwa sebagian besar masyarakat di seluruh dunia mulai tidak menyimpan uang tunai di dompet mereka .

CBDC pada dasarnya adalah mentokenisasi mata uang bisa dan pengguna  menikmati kemudahan dalam bertransaksi yang mudah dan cepat. Namun, ada kekhawatiran tentang privasi dan pengumpulan data pribadi. Bank sentral, pemerintah, atau birokrat yang tidak etis dapat melihat transaksi seseorang 24/7, tergantung pada peraturan setempat. Hal ini masih harus dilihat bagaimana CBDC akan diterapkan di seluruh dunia  seperti di Amerika Utara, Cina, Eropa, Korea Selatan, India, dan negara maju teknologi lainnya.

CBDC Stabilitas, Keandalan, dan Pengawasan

Pemerintah China menginginkan renminbi (RMB) menjadi mata uang cadangan global dunia, seperti dolar AS. Awal tahun ini, China telah menguji yuan digital di empat. Negara berpenduduk 1,4 miliar itu memiliki kontrol modal yang ketat dan kemungkinan akan ada kekhawatiran perihal  privasi yang karena para politisi berusaha meyakinkan warga tentang perlunya melindungi kedaulatan finansial.

Baca juga: Mengenal Mata Uang Digital Nasional Cina (DCEP)

China menyebut uang elektroniknya sebagai DCEP.  Huang Qifan, ketua Pusat Pertukaran Ekonomi Internasional China, mengatakan  DCEP dapat mencapai pengumpulan data secara real time terkait dengan penciptaan uang, pembukuan  dan proyek tersebut selama hampir enam tahun.

Bank sentral mengatakan CBDC membawa kredibilitas, keandalan, dan kenyamanan dibandingkan dengan Bitcoin yang spekulatif.  Sementara itu, pada Agustus, Lael Brainard, anggota Dewan Gubernur Federal Reserve A.S. tidak tampak tertarik untuk memeprkenalkan CDC Amerika. 

“Seperti bank sentral lainnya, kami terus menilai peluang dan tantangan, serta kasus penggunaan untuk, CBDC, sebagai pelengkap uang tunai dan opsi pembayaran lainnya, ” kata Brainard dalam pidatonya di San Francisco dilansir dari Forbes.

DeFi Cipatakan Kebebasan dan Kemudahan

Adanya DeFi ini mampu membebaskan keuangan global dengan mentransfer kekuasaan dari entitas pusat ke individu.  Pendorong utama dari DeFi adalah kebebasan dari peraturan, pergerakan modal, perdagangan dapat dilakukan dengan mudah. DeFi juga menguntungkan secara finansial mengingat pemerintah tidak dapat menerapkan prosedur pajak yang efektif untuk non-sovereign fiat.

Sepanjang sejarah, pemerintah dan / atau bank sentral selalu memonopoli uang beredar dan kebijakan moneter.  Menggunakan DeFi dalam hal pembiayaan bisa membuat pemberi pinjaman dan peminjam dapat menghilangkan biaya perantara dengan melakukan transaksi P2P. Para deposan dapat memperoleh bunga yang lebih tinggi dari modal mereka dibandingkan dengan hanya dua persen yang ditawarkan di rekening tabungan bank fisik.

Setiap minggu, usaha baru berinovasi solusi DeFi dalam pembayaran, hipotek, asuransi, infrastruktur, analitik dan banyak lagi yang menskalakan protokol non-pemerintah, tata kelola mandiri. Pada akhirnya, masyarakat-konsumen yang memilih media apa yang akan mereka gunakan.