DeFi di Terra Kena Hack! Baru Ketauan Setelah 7 Bulan

Naufal Muhammad

31st May, 2022

Mirror Protocol, sebuah proyek DeFi yang berdiri di Blockchain Terra Classic (LUNC) dikabarkan telah kena peretasan. 

Hack atau peretasan ini mengejutkan pasar akibat setelah digali lebih dalam, ternyata peretasan telah terjadi tujuh bulan yang lalu. 

DeFi di Terra Kena Hack

Mirror Protocol, sebuah aplikasi DeFi yang berada di Blockchain Terra Classic (LUNC) atau Terra versi lama dikabarkan mengalami peretasan. 

Peretasan ini mengejutkan pasar akibat baru diketahui tujuh bulan setelah terjadi yang membuatnya memiliki gelar baru sebagai peretasan crypto yang paling lama diketahui. 

Tercatat bahwa kehilangan yang dialami adalah sebesar $90 Juta dan terjadi di 8 Oktober 2021 namun baru diketahui sekarang. 

Kabar peretasan ini disebarkan pertama kali oleh seorang investor crypto di Twitter dengan nama FatMan

Ia membuat sebuah laman di Twitter yang menceritakan secara lengkap bagaimana peretasan ini terjadi secara merinci.

Menurut cuitan yang ia publikasi, peretas tersebut berhasil mendapatkan dana sebesar $89,7 Juta dengan cara membuka jaminan yang sebelumnya terkunci di smart contract. 

Selanjutnya ia juga menambahkan bahwa peretas berhasil melakukan hal tersebut tanpa ada risiko dan dengan biaya rendah karena tidak diketahui bahkan oleh pemilik proyek. 

Dikabarkan bahwa untuk mendapatkan $89,7 Juta, para hacker atau peretas hanya membutuhkan biaya sekitar $17 saja.  

Eksploitasi yang dilakukan adalah terhadap dana jaminan berupa UST sehingga dana yang didapatkan hacker adalah UST yang kemudian diubah ke fiat. 

Data peretasan ini terlihat pada scanner Blockchain Terra Classic yang juga menjadi landasan publikasi dari FatMan. 

Selain itu, perlu diketahui bahwa peretasan terjadi secara wajar dan tanpa merusak aplikasi secara besar. 

Peretasan Terjadi Setelah Perbaikan Bug

Peretasan ini terjadi setelah adanya perbaikan bug atau kerusakan yang ada di Mirror Protocol. 

Tapi sayangnya perbaikan ini terjadi secara diam-diam tanpa publikasi serta ada beberapa hal yang tertinggal. 

Dalam perbaikan yang tertinggal ini, terdapat cela yang membuat peretas berhasil memanfaatkan Mirror Protocol untuk mendapatkan dana besar. 

Mekanisme yang tertinggal ini adalah mekanisme “duplicate check” yang membuat adanya kemungkinan untuk eksploitasi. 

Perbaikan ini juga baru dilaksanakan setelah 9 Mei 2022 dan ditemukan oleh komunitas pada 17 Mei 2022.

Banyak investor yang kecewa karena merasa proyek tidak transparan dan berujung keluar dari aplikasi tersebut. 

Hingga saat ini, tim developer atau pemilik proyek Mirror Protocol masih belum membuat komentar atau pernyataan terkait peretasan ini. 

FatMan kemudian menyatakan bahwa tidak ada indikasi rug pull karena bisa dikatakan bahwa peretas datang dari pihak eksternal. 

Kasus ini bukan pertama kali peretasan terjadi dan diketahui dalam waktu yang lama. Kejadian pertama terkait peretasan yang diketahui dalam waktu lama adalah peretasan Mt Gox dimana terdapat 850.000 Bitcoin yang hilang di Tahun 2014. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.