Melihat Proyek DAO yang Ada di Blockchain Tezos

Anisa Giovanny

1st July, 2022

Decentralized Autonomous Organization atau DAO merupakan bagian dari ekosistem kripto yang terdesentralisasi.

DAO merupakan sumber terbuka berbasis blockchain yang memungkinkan pengaturan dari semua lini dan tidak bergantung pada otoritas tertentu.

Dengan DAO semua anggota yang tergabung di dalamnya bisa memberikan saran perubahan dengan menggunakan token tata kelola yang ada. 

Hal ini membuat ekosistem di DAO berjalan sangat dinamis dan inovatif, berbeda dengan organisasi tradisional, di mana hanya pihak-pihak tertentu yang bisa mengajukan dokumen hukum ke otoritas pusat dan dikendalikan oleh tim kepemimpinan pusat, DAO dibuat dengan menyebarkan kode ke public legder dan dikendalikan oleh anggota komunitas.

DAO berfungsi sesuai dengan aturan yang ditentukan dalam kontrak pintar dengan kode yang berjalan di blockchain. Tidak ada yang dapat mengubah kode dan mengubah aturan DAO, kecuali melalui mekanisme pemungutan suara, yang dengan sendirinya didefinisikan dalam kontrak pintar.

DAO dibuat dengan berbagai tujuan, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut. 

  • Mengatur pertukaran yang terdesentralisasi, contoh:  MakerDAO 
  • Memberikan dana gabungan untuk proyek, contoh Aave Grants DAO 
  • Mengizinkan anggota berbagi dana untuk diinvestasikan secara kolektif, contoh Crypto Island DAO.

Bergantung pada tujuannya, DAO memerlukan struktur, tokenomik, dan aturan yang berbeda. Bentuk umum DAO lainnya termasuk DAO kolektor, DAO hiburan, DAO sosial, dan DAO layanan. Masing-masing memiliki struktur dan aturan yang disesuaikan.

Baca juga: Apa Itu DAO (Decentralized Autonomous Organization)?

Contoh DAO di Blockchain Tezos

Sebagai blockchain yang menampilkan kontrak pintar yang sangat aman, blockchain Tezos menjadi pilihan untuk menjadi lokasi bagi proyek yang menggunakan sistem DAO.  Contoh DAO yang ada di Tezos adalaah Kolibri DAO. 

Kolibri DAO adalah DAO pertama yang sepenuhnya terdesentralisasi yang berjalan di blockchain Tezos, yang diluncurkan pada Juli 2021. Ini memberikan tata kelola terdesentralisasi sepenuhnya untuk protokol stablecoin algoritmik Kolibri.

Kolibri diluncurkan pada Februari 2021 dan dengan cepat menjadi salah satu proyek DeFi terkemuka di blockchain Tezos, dengan nilai total lebih dari US$11 juta dalam protokol pada Juni 2022. 

Baca juga: Mengenal Kolibri, Aplikasi DeFi Pertama di Tezos

Aplikasi dari DAO di blockchain Tezos adalah Reno DAO, yang mengeksplorasi digitalisasi tata kelola kota vReno, Nevada. Tujuan Reno DAO adalah memberikan manfaat finansial kepada warga dengan memonetisasi aset seperti seni publik dan real estat.

Sementara DAO masih dalam tahap ide, Walikota Reno Hillary Schieve menggambarkan visinya untuk DAO di podcast Radio TezTalk. 

 “Saya benar-benar ingin menciptakan ekonomi lokal yang dapat memberi manfaat bagi semua warga say,  semua warga di kota kami dan dapat memonetisasi itu. Dan lihat bagaimana kita benar-benar dapat saling menguntungkan dalam ekonomi lokal kita,” katanya. 

Schieve membayangkan pemberian hak suara di DAO melalui kepemilikan token tata kelola yang disebut RenoCoin. Kolaborator Reno DAO, Theodore Clapp, mengatakan token tersebut dapat didistribusikan secara merata di antara warga Reno.

Clapp percaya bahwa blockchain Tezos adalah rumah yang ideal untuk Reno DAO terutama karena skalabilitasnya, biaya gas yang rendah, keberlanjutan, dan verifikasi formal kode kontrak pintar yang meminimalkan risiko bug serius.

Dia mengatakan faktor penting lainnya dalam keputusan untuk menggunakan blockchain Tezos adalah ketersediaan sumber daya, alat, dan kerangka kerja yang memudahkan pembuatan DAO, seperti kerangka kerja kontrak pintar DAO Homebase.

Homebase adalah aplikasi web untuk ekosistem Tezos, dikembangkan dengan tujuan nyata untuk memudahkan pembuatan DAO dan membuat manfaat tata kelola yang terdesentralisasi dan transparan tersedia untuk semua pihak yang berkepentingan, baik itu proyek, organisasi, atau komunitas. 

Manajer Produk Homebase Gregory Rocco percaya pertumbuhan DAO di blockchain Tezos akan datang dari dua kasus penggunaan utama yakni, tata kelola protokol yang terdesentralisasi dan tata kelola dana barang publik yang terdesentralisasi.

“Di sisi barang publik, DAO menjadi sarana menarik untuk mengalokasikan dana berdasarkan tingkat minat pada barang atau jasa tertentu yang dianggap layak oleh pemegang token. Di sisi proyek yang terdesentralisasi, Anda dapat secara efektif menghapus tim terpusat dan terus meminimalkan kepercayaan dari protokol inti apa pun dengan memungkinkan peserta DAO mengubah parameter sebagai badan kolektif, “ katanya. 

Karena semakin banyak proyek Web3 muncul dan semakin banyak komunitas dan organisasi mulai bermigrasi secara on-chain, permintaan untuk jenis tata kelola terdesentralisasi yang ditawarkan oleh DAO kemungkinan akan meningkat. 

Ekonomi digital dan kripto mengubah cara orang bekerja dan menghasilkan nilai, jadi wajar saja jika ada perubahan paradigma dalam cara perusahaan beroperasi dan terlibat dengan para stakeholdernya. DAO mungkin merupakan masa depan tata kelola dan akuntabilitas perusahaan.

Baca juga: Memahami Web 3.0, Evolusi Internet, dan Efek untuk Crypto

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency