Crust Network, Ketika IPFS dan Blockchain Bersatu

Anisa Giovanny

10th September, 2021

DeFi  kependekan dari Decentralized Finance, adalah nama umum untuk aplikasi yang dibangun di atas blockchain yang memungkinkan orang untuk meminjamkan atau meminjam dana dari orang lain.

Berspekulasi tentang pergerakan harga pada berbagai aset menggunakan derivatif, memperdagangkan cryptocurrency, mengasuransikan risiko, dan mendapatkan bunga dalam tabungan. 

Siapa pun dapat menjalankan node dan berinteraksi dengan kontrak pintar untuk semua kemungkinan operasi. Namun, proses ini terlalu rumit untuk pengguna umum.

Karena itu setiap DeFi memiliki antarmuka grafis yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan kontrak pintar. Dalam kebanyakan kasus, antarmuka hanyalah sebuah situs web yang membutuhkan server untuk hidup.

Jika server diserang atau dimatikan oleh yayasannya, pengguna publik tidak dapat berinteraksi dengan kontrak pintar lagi, yang akan menimbulkan konsekuensi berbahaya karena DeFi terkait dengan aset berharga.

Memahami risiko ini, beberapa aplikasi DeFi mulai menggunakan solusi terdesentralisasi untuk antarmuka mereka. Uniswap adalah contoh khas untuk upaya mereka mendesentralisasikan semua hal.

Contohnya smart contract Uniswap dijalankan di blockchain Ethereum, antarmuka dijalankan di IPFS dan disematkan di Crust Network yang menawarkan layanan penyematan terdesentralisasi dari IPFS.

Keuntungan IPSF di Crust Network

Berbicara soal IPFS, ada proyek blockchain yang menggunakan IPFS, ia adalah Crust Network layanan penyimpanan cloud terdesentralisasi.

Ia mengimplementasikan protokol layer (lapisan) insentif untuk tempat penyimpanan terdesentralisasi dengan mengadaptasi protokol layer seperti InterPlanetary File System (IPFS) dan memberikan dukungan pada layer di dalam aplikasi.

Tujuan cloud terdesentralisasi Crust adalah untuk memotivasi node untuk menyediakan penyimpanan terdesentralisasi dan kemampuan komputasi ke data melalui teknologi blockchain.

Ini akan mewujudkan desentralisasi penyimpanan data dan daya komputasi. Menggunakan IPFS ini memberikan Crust keuntungan dibandingkan dengan sistem terpusat, antara lain desentralisasi, keamanan, dan aksesibilitas yang tinggi.

Bandwidth tidak terbatas, saat ini ada 200k node IPFS, di mana antarmuka dapat meminta node ini untuk menyimpan sebagian data pada cache mereka untuk waktu yang singkat. Semakin banyak lalu lintas yang dimiliki situs web, semakin cepat situs webnya, kemudian tidak akan terhalang oleh faktor eksternal.

Perkembangan Proyek Crust Network

Proyek Crust sendiri terus melakukan pengembangan dan kemajuan yang terbaru pada 6 September, dilansir dari akun Medium resminya, Crust telah berhasil melakukan penerbitan Cru token 20,059,000 dan total staking 2,415,000 dengan staking rate 12%.

Pertumbuhan penyimpanan Crust sudah mencapai 1477.0 PB setara dengan 1.470.000 Terabyte. Selengkapnya mengenai perkembangan proyek dapat dilihat di gambar berikut ini.

Perkembangan proyek Crust 6 September 2021
Perkembangan proyek Crust 6 September 2021

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency