Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Altcoins · 7 min read

Dalam serangkaian cuitan di X pada 11 Juli, Coinbase menyoroti peran penting yang akan dimainkan oleh pemilih kripto dalam pemilihan presiden AS yang akan datang.
Menurut Coinbase, pemilih kripto tersebar di tujuh negara bagian penting dan cenderung lebih muda, lebih beragam, dan sangat antusias untuk berpartisipasi dalam pemilihan.
Crypto voters are going to make a big difference in November's key races.
— Coinbase 🛡️ (@coinbase) July 10, 2024
1 in 6 crypto owners live in seven key battleground states.
More about who these crypto voters are in 🧵 pic.twitter.com/Xz6TaIPLW2
Mereka didorong oleh keinginan untuk memperbarui sistem dan membangun kekayaan pribadi, menunjukkan pendekatan yang didukung oleh berbagai pihak dalam afiliasi politik mereka.
Beberapa penggemar kripto juga telah membentuk organisasi nonpartisan, seperti Stand With Crypto dan Bitcoin Voter Project, yang bertujuan untuk memobilisasi pemilih kripto dan mempengaruhi hasil pemilihan.
Para kandidat mulai mengenali momentum yang semakin besar dari suara kripto, dengan beberapa peneliti menyarankan bahwa ini dapat mempengaruhi jumlah pemilih dan hasil pemilihan.
Mantan Presiden Donald Trump dan calon Demokrat Robert F. Kennedy Jr. adalah beberapa kandidat yang telah menunjukkan minat pada komunitas kripto. Trump bahkan dijadwalkan untuk menjadi pembicara utama dalam Konferensi Bitcoin 2024 yang akan datang.
Baca juga: Donald Trump Manfaatkan Narasi Kripto untuk Raup Suara di Pemilu Presiden AS 2024
Survei yang dilakukan atas nama Coinbase mengungkapkan bahwa Generasi Z dan Milenial merupakan 65% dari pemilih terdaftar yang memiliki kripto. Selain itu, 40% dari pemilih ini tinggal di negara bagian yang tidak pasti, dengan 35% dari pemilih non-kulit putih di antara demografi pemilik kripto, menjadikan mereka kelompok yang beragam dan aktif secara politik.
Studi juga menunjukkan bahwa sembilan dari 10 pemilih terdaftar yang memiliki kripto kemungkinan besar akan memilih dalam pemilihan umum pada November 2024. Lebih lanjut, pemilih ini empat kali lebih antusias untuk mendukung kandidat pro-kripto.
Penelitian juga menekankan sifat yang didukung oleh berbagai pihak dari pemilih kripto. 35% mengidentifikasi sebagai Demokrat, 34% sebagai Republik, dan 31% sebagai persuadable (masih belum menentukan, namun berpotensi memilih) mengenai afiliasi partai mereka.
Dengan meningkatnya perhatian terhadap suara kripto, Coinbase percaya bahwa pemilih kripto akan membuat perbedaan besar dalam pemilihan utama bulan November. Dengan demikian, mereka akan berdampak signifikan pada pemilihan 2024 dan masa depan politik Amerika Serikat.
Baca juga: Harga Bitcoin Diprediksi Tembus US$150.000 Jika Donald Trump Menang Pemilu AS
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.