Coinbase Dirumorkan Bangkrut! Ini Klarifikasi Brian Armstrong

Naufal Muhammad

12th May, 2022

CEO dari Coinbase, Brian Amstrong baru saja membuat cuitan yang menjadi klasifikasinya terkait rumor Coinbase yang menghadapi kebangkrutan. 

Pernyataan ini juga menanggapi adanya informasi terkait pernyataan risiko baru dari Coinbase yang menyatakan bahwa saat bangkrut, Coinbase diperbolehkan untuk menggunakan dana nasabah atau penggunanya.

Brian Armstrong Klarifikasi Rumor Coinbase

CEO dari Coinbase, Brian Armstrong, baru saja membuat publikasi di Twitter terkait keramaian yang dialami Coinbase.

Saat ini Coinbase sedang menarik perhatian banyak investor terkait adanya rumor bahwa perusahaannya akan bangkrut. Kabar ini muncul setelah Coinbase memperbarui laporan terbukanya yang menyertakan pernyataan baru.

Dalam pernyataan tersebut tercatat bahwa jika Coinbase mengalami kebangkrutan, nantinya Coinbase akan diperbolehkan untuk mempertimbangkan penggunaan dana nasabah atau pengguna platformnya sebagai kreditur atau penjaga dana perusahaan.

Kondisi ini banyak investor yang marah dan kecewa karena merasa tidak adil dan merasa Coinbase bergerak makin seperti bank.

Brian Armstrong langsung menanggapi keramaian ini dengan menyatakan bahwa Coinbase jauh dari bangkrut.

Selain itu ia juga menyatakan bahwa pernyataan baru pada laporan terbuka tersebut adalah kewajiban yang diminta oleh Securities and Exchange Commission atau SEC.

Pernyataan baru dalam laporan terbuka tersebut bertuliskan,

Jika terjadi kebangkrutan, aset crypto yang disimpan pada Coinbase dapat dianggap sebagai aset perusahaan dalam pendapatan kebangkrutan, dan pengguna dapat dianggap sebagai kreditur tanpa jaminan. Kreditur tersebut akan dibayar terakhir jika terjadi kebangkrutan dan akan menjadi terakhir yang dibayar jika masih ada uang.”

Pernyataan ini membuat kepanikan pada investor dan membuat keramaian di Twitter. Banyak pengguna yang menyatakan bahwa menyimpan dana di Coinbase adalah langkah yang berisiko tinggi.

Brian Armstrong membuat beberapa cuitan yang menjadi sebuah pernyataan resmi dalam “thread” yang menanggapi semua kekhawatiranIa meyakinkan kepada investor bahwa Coinbase tidak bangkrut dan masih aman dari sisi operasional dan dana.

Ia juga meluruskan bahwa pernyataan tersebut diwajibkan oleh SEC sehingga harus ditulis dalam laporan terbuka terbarunya.

Sayangnya ia juga menyatakan bahwa penggunaan dana pengguna adalah sebuah kemungkinan jika disetujui oleh pihak berwenang.

Tapi ia memastikan bahwa Coinbase akan tetap menjaga kepentingan investor, tidak hanya institusi namun ritel secara adil.

Ia mengakhiri dengan permintaan maaf terkait kondisi ini dan memastikan bahwa Coinbase akan tetap aman dan mengembangkan kualitas keamanannya terutama dari sisi pengamanan dana.

Saham Coinbase Terus Turun

Setelah adanya pernyataan tersebut Coinbase mengalami kondisi buruk terutama dari sahamnya.

Tercatat bahwa sahamnya turun 15% hanya dalam 24 Jam terakhir. Koreksi ini juga terjadi bersama publikasi laporan terbukanya yang menyatakan bahwa Coinbase mengalami kerugian hingga $430 Juta dalam kuartal pertama tahun ini.

Secara keseluruhan, Saham Coinbase turun hingga 70% bersama mayoritas saham teknologi Amerika lainnya.

Pendapatan dari Coinbase yang turun 27% menjadi $1.17 Miliar di kuartal pertama 2022 juga disebabkan penurunan angka pengguna.

Penggunanya mengalami penurunan 19% menjadi 9,2 Juta pengguna yang membuat volume transaksi Coinbase terus turun.

Penurunan ini juga disebabkan oleh pasar crypto yang terlihat mengalami koreksi signifikan sehingga membuat transaksi crypto secara menyeluruh berkurang.

Untuk Coinbase sendiri saat ini Armstrong juga memberi alternatif kepada pengguna untuk menggunakan cold wallet dari Coinbase agar investor tidak menyimpan dana di Coinbase tapi di cold wallet sendiri.

Mayoritas pengguna Coinbase terlihat masih kecewa dengan banyaknya pengguna yang khawatir akan kondisi Coinbase kedepannya.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.