Cina Airdrop Yuan Digital Kepada Masyarakat! Ini Jumlahnya

Naufal Muhammad

12th July, 2021

Cina dikabarkan masih melanjutkan rencananya dalam meluncurkan mata uang digital oleh bank sentral.

Dikabarkan ada rencana baru dimana Cina telah membagikan Aidrop melalui mata uang Renminbi (RMB) atau Yuan sebesar Rp579,8 Miliar.

Pembagian tersebut dikabarkan terjadi pada lima daerah utama Cina dan dilakukan melalui amplop merah dalam rangka meningkatkan adopsi.

Cina Membagikan Mata Uang Digital

Mata uang digital bank sentral atau CBDC yang akan resmi diimplementasikan sebagai alat tukar oleh Cina, nampaknya sudah mulai berjalan.

Saat ini terdapat kampanye pemercepat adopsi terlihat dilakukan oleh pemerintah melalui kampanye “Amplop Merah”.

Kampanya ini dilakukan dengan membagikan amplop merah ini mencerminkan sebagai yang dikenal di Indonesia sebagai “angpao” atau uang “THR” dalam budaya masyarakat Cina.

Menurut laporan dari Lembaga Penelitian bernama Tuoluo, terdapat lebih dari 269 Juta RMB yang dibagikan atau hampir Rp580 Miliar.

Pembagian amplop merah ini dilakukan sebagai cara pemasaran CBDC Cina kepada masyarakat agar adopsi semakin meluas.

Selain itu, pembagian ini membuat semakin tersebarnya RMB Digital yang dapat mempercepat proses penggunaannya setelah delapan tahun dikembangkan.

Perlu diketahui bahwa amplop tersebut tidak berbentuk uang RMB nyata, namun hanya bersifat gambar yang dibagikan dan dapat diterima masyarakat melalui perangkat keras pribadi.

Jadi semua berpindah secara digital dan tidak ada uang fiat asli yang berwujud yang disebarkan kepada masyarakat.

Namun perlu diketahui juga bahwa walau tidak memiliki wujud, uang tersebut dapat digunakan dalam perekonomian Cina untuk membeli barang.

Mempercepat Adopsi CBDC

Dikabarkan bahwa persebaran amplop merah tersebut terpusat pada lima daerah yaitu Shenzhen, Suzhou, Beijing, Chengdu, dan Shanghai.

Pemerintah pusat saat ini sedang mendorong percepatan adopsi tersebut agar semakin dekat dengan penggunaan secara umum.

Saat ini dua proyek utama yang terlihat menjadi fokus dalam rangka mempercepat adopsi CBDC adalah melalui daerah pusat bisnis dan Olimpiade Musim Dingin.

Saat ini daerah Wangfujing yang merupakan daerah pusat bisnis telah mengadopsi CBDC sebagai alat pembayaran.

Adopsi ini juga mendorong JD.com sebagai pusat bisnis digitalnya untuk juga menerima CBDC berupa RMB Digital.

Selain itu, saat ini adopsi yang menjadi fokus utama pemerintah nampaknya adalah penggunaan RMB Digital untuk alat pembayaran di Olimpiade Beijing 2020.

Kemudian, saat ini di daerah Shenzhen, yang merupakan daerah pusat keuangan dan industri Cina, telah menyebarkan sebesar 60 Juta RMB dalam bentuk digital.

Saat ini telah banyak pihak yang menerima RMB Digital tersebut sebagai alat pembayaran termasuk pemberi jasa Kesehatan, edukasi, dan transportasi, di luar barang konsumen.

Chengdu juga telah menyebarkan 40 Juta RMB dan telah menarik perhatian 11.000 bisnis ritel untuk mengadopsinya.

Saat ini bisnis seperti jasa dan barang hiburan serta kuliner telah resmi menerima RMB Digital sebagai alat pembayaran.

Selain itu, beberapa daerah juga resmi mengadopsi untuk urusan administrasi negara dan transportasi publik, yang menjadi harapan baru untuk Cina.

Sehingga nampaknya Airdrop RMB Digital ini akan mempercepat adopsi untuk semakin luas dan membawa Cina sebagai negara pertama yang resmi menggunakan CBDC dengan baik.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.